Ini mungkin hanya sebuah pemikiran
yang sudah cukup lama sebenarnya ingin aku tuliskan, hanya saja tidak ada
waktu, maklum orang paling sibuk sekota Balikpapan yang kami cintai dan kami
banggakan.
Aku ingin kembali ke masa dimana Gadget
tidak semempesona sekarang
Ya, sesimple itu..
Sudah banyak ulasan, cerita dan
tulisan mengenai hal ini, namun tidak ada yang dapat mengalahkan efek magis
sebuah gadget, bahkan perasaan cinta kepada orang tersayang sekalipun.
Gadget dapat membuat kita
terhubung dengan orang yang tidak terjangkau oleh pandangan mata yang jaraknya
bisa cukup dekat bahkan sangat jauh. Mulanya hanya sebagai alat komunikasi,
namun dewasa ini teknologi yang semakin canggih membuat semua hal dapat di
lakukan hanya dengan sebuah benda yang besarnya tidak lebih dari telapak tangan
manusia. Dari mengabadikan moment, membuat video, mendengarkan lagu,
mengirimkan pesan dan gambar, hingga menjelajah dunia maya melalui internet.
Sebuah penemuan yang sangat
spektakuler dari manusia yang memang telah diberikan akal, pikiran dan talenta oleh
Tuhan untuk di pergunakan demi kebaikan manusia. Namun sedikit terusik olehku,
ketika gadget mampu menggeser esensi dari Manusia sebagai makhluk sosial yang
perlu berinteraksi secara langsung.
Pernah melihat sekeluarga dalam satu
meja di sebuah coffee shop tidak berinteraksi secara langsung baik itu ngobrol atau
eye contact karena semua asik dengan
Gadget??
Pernah melihat dalam sebuah ruang
tunggu rumah sakit atau kendaraan umum, orang yang duduk bersebelahan hanya
asik dengan gadget mereka untuk menunggu tanpa berinteraksi??
Pernah melihat sekumpulan anak
muda yang telah bersepakat untuk nongkrong di sebuah tempat, namun ketika
mereka telah bertemu hanya asik dengan gadget masing-masing??
Pernah melihat sepasang kekasih
yang sedang di mabuk asmara, ketika bertemu hanya asik dengan gadget
masing-masing??
Aku yakin dewasa ini kita pasti
PERNAH bahkan SERING menemui hal itu. Bahkan kalian yang baca ini dan aku
sebagai penulis pun menjadi pelakunya.
Terusik, Aku sangat terusik. Gadget
mampu mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat.
Bahkan meMAYAkan yang NYATA dan
meNYATAKAN yang MAYA.
Aneh…
Dalam suatu keluarga, ketika anak
sakit atau terjatuh, lebih memilih untuk memfoto dan posting di sosial media
terlebih dahulu dari pada melakukan tindakan pertama yang lebih manusiawi.
Dalam satu kumpulan teman-teman
nongkrong yang mana mereka berada dalam 1 meja yang sama namun mereka malah
berbicara asik dalam group dan comment postingan yang itu dilakukan melalui
gadget
Bahkan, ketika sepasang kekasih
sedang asik melakukan dating, waktu
berbicara langsung dengan eye contact
dan sentuhan hanya dilakukan sesaat, selebihnya asik berbicara namun focus mereka
hanya di gadget mereka.
Come on People…
Kalian harus merasakan betapa
dahsyatnya sebuah pelukan hangat dari orang yang disayang, dibanding sebuah
emoticon peluk ribuan kali dalam gadget anda.
Kalian harus merasakan hangatnya
sebuah kecupan, yang mampu membawa emosi dan perasaan melayang tinggi dan mampu
memecah ruang yang tidak tersentuh oleh kata-kata, bahkan emoticon kissing ribuan
kali dalam gadget anda tidak berarti apapun dari sebuah kecupan.
Kalian harus merasakan sakitnya
bentakkan dan kemarahan orang tua langsung di depan kita, lebih sangat bermakna
dari pada didiamkan saja dengan dimarahi hanya melalui kata-kata amarah melalui
gadget anda.
Kalian harus merasakan indahnya tertawa
bersama dalam suatu pertemuan di tempat nongkrong dengan sahabat karib, dibanding
ribuan kata hahaha hihihi dalam gadget anda.
Kalian harus tau seks tidak dapat
di lakukan melalui gadget
Kalian harus tau mengungkapkan
perasaan akan lebih bermakna ketika di utarakan langsung dan tidak melalui
gadget
Kalian harus tau obat KANGEN
hanya pertemuan, sebuah pertemuan dapat menghapus keindahan ribuan kata rindu
melalui gadget.
Aku akui, jika dimanfaatkan
dengan optimal gadget mampu sedikit meredam kerinduan untuk mereka yang
melakukan Long Distance Relationship. Dapat mendengar suara orang yang di
sayang dengan jelas, bahkan bisa melihat wajahnya langsung melalui gadget. Namun
ketika sebuah quality time antara
pasangan dengan menggunakan gadget yang harusnya di manfaatkan dengan sangat
intim harus semakin di beri jarak kembali dengan saling asik bermain dengan
gadget, apakah itu bisa di anggap quality
time yang berkualitas?
So…
Berinteraksilah..
Bersentuhanlah..
Berbicaralah secara langsung..
Gunakan setiap emosi dan ekspresi yang
ada..
Gunakan gadget pada tempatnya dan
sesuai fungsi utamanya..
Dan hargai kehadirang orang
tersayang yang ada dihadapanmu dan disisimu saat ini dengan tidak
mengabaikannya dan menggantinya dengan sebuah gadget.
Karena kita hidup di dunia NYATA
dan bukan di dunia MAYA.
With Love,
-Niko-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar