Rabu, 06 Januari 2016

Me-MAYA-kan yang NYATA dan me-NYATA-kan yang MAYA



Ini mungkin hanya sebuah pemikiran yang sudah cukup lama sebenarnya ingin aku tuliskan, hanya saja tidak ada waktu, maklum orang paling sibuk sekota Balikpapan yang kami cintai dan kami banggakan.

Aku ingin kembali ke masa dimana Gadget tidak semempesona sekarang

Ya, sesimple itu..

Sudah banyak ulasan, cerita dan tulisan mengenai hal ini, namun tidak ada yang dapat mengalahkan efek magis sebuah gadget, bahkan perasaan cinta kepada orang tersayang sekalipun.

Gadget dapat membuat kita terhubung dengan orang yang tidak terjangkau oleh pandangan mata yang jaraknya bisa cukup dekat bahkan sangat jauh. Mulanya hanya sebagai alat komunikasi, namun dewasa ini teknologi yang semakin canggih membuat semua hal dapat di lakukan hanya dengan sebuah benda yang besarnya tidak lebih dari telapak tangan manusia. Dari mengabadikan moment, membuat video, mendengarkan lagu, mengirimkan pesan dan gambar, hingga menjelajah dunia maya melalui internet.

Sebuah penemuan yang sangat spektakuler dari manusia yang memang telah diberikan akal, pikiran dan talenta oleh Tuhan untuk di pergunakan demi kebaikan manusia. Namun sedikit terusik olehku, ketika gadget mampu menggeser esensi dari Manusia sebagai makhluk sosial yang perlu berinteraksi secara langsung.

Pernah melihat sekeluarga dalam satu meja di sebuah coffee shop tidak berinteraksi secara langsung baik itu ngobrol atau eye contact karena semua asik dengan Gadget??

Pernah melihat dalam sebuah ruang tunggu rumah sakit atau kendaraan umum, orang yang duduk bersebelahan hanya asik dengan gadget mereka untuk menunggu tanpa berinteraksi??

Pernah melihat sekumpulan anak muda yang telah bersepakat untuk nongkrong di sebuah tempat, namun ketika mereka telah bertemu hanya asik dengan gadget masing-masing??

Pernah melihat sepasang kekasih yang sedang di mabuk asmara, ketika bertemu hanya asik dengan gadget masing-masing??

Aku yakin dewasa ini kita pasti PERNAH bahkan SERING menemui hal itu. Bahkan kalian yang baca ini dan aku sebagai penulis pun menjadi pelakunya.

Terusik, Aku sangat terusik. Gadget mampu mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat.

Bahkan meMAYAkan yang NYATA dan meNYATAKAN yang MAYA.

Aneh…

Dalam suatu keluarga, ketika anak sakit atau terjatuh, lebih memilih untuk memfoto dan posting di sosial media terlebih dahulu dari pada melakukan tindakan pertama yang lebih manusiawi.

Dalam satu kumpulan teman-teman nongkrong yang mana mereka berada dalam 1 meja yang sama namun mereka malah berbicara asik dalam group dan comment postingan yang itu dilakukan melalui gadget

Bahkan, ketika sepasang kekasih sedang asik melakukan dating, waktu berbicara langsung dengan eye contact dan sentuhan hanya dilakukan sesaat, selebihnya asik berbicara namun focus mereka hanya di gadget mereka.

Come on People…

Kalian harus merasakan betapa dahsyatnya sebuah pelukan hangat dari orang yang disayang, dibanding sebuah emoticon peluk ribuan kali dalam gadget anda.

Kalian harus merasakan hangatnya sebuah kecupan, yang mampu membawa emosi dan perasaan melayang tinggi dan mampu memecah ruang yang tidak tersentuh oleh kata-kata, bahkan emoticon kissing ribuan kali dalam gadget anda tidak berarti apapun dari sebuah kecupan.

Kalian harus merasakan sakitnya bentakkan dan kemarahan orang tua langsung di depan kita, lebih sangat bermakna dari pada didiamkan saja dengan dimarahi hanya melalui kata-kata amarah melalui gadget anda.

Kalian harus merasakan indahnya tertawa bersama dalam suatu pertemuan di tempat nongkrong dengan sahabat karib, dibanding ribuan kata hahaha hihihi dalam gadget anda.

Kalian harus tau seks tidak dapat di lakukan melalui gadget

Kalian harus tau mengungkapkan perasaan akan lebih bermakna ketika di utarakan langsung dan tidak melalui gadget

Kalian harus tau obat KANGEN hanya pertemuan, sebuah pertemuan dapat menghapus keindahan ribuan kata rindu melalui gadget.

Aku akui, jika dimanfaatkan dengan optimal gadget mampu sedikit meredam kerinduan untuk mereka yang melakukan Long Distance Relationship. Dapat mendengar suara orang yang di sayang dengan jelas, bahkan bisa melihat wajahnya langsung melalui gadget. Namun ketika sebuah quality time antara pasangan dengan menggunakan gadget yang harusnya di manfaatkan dengan sangat intim harus semakin di beri jarak kembali dengan saling asik bermain dengan gadget, apakah itu bisa di anggap quality time yang berkualitas?

So…
Berinteraksilah..
Bersentuhanlah..
Berbicaralah secara langsung..
Gunakan setiap emosi dan ekspresi yang ada..
Gunakan gadget pada tempatnya dan sesuai fungsi utamanya..

Dan hargai kehadirang orang tersayang yang ada dihadapanmu dan disisimu saat ini dengan tidak mengabaikannya dan menggantinya dengan sebuah gadget.

Karena kita hidup di dunia NYATA dan bukan di dunia MAYA.

With Love,
-Niko-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar