Pikiranku sudah tidak pada
tempatnya, jam dinding dikantor terasa lama untuk menuju gugusan 11:15. Hari
ini adalah 31 terakhir di 2015, aku masih belum bisa menggambarkan akan seperti
apa hari ini, harapanku hanya satu, membuat hari ini menjadi hari yang special
diantara 31 terakhir yang pernah aku lalui.
Beberapa hari sebelumnya, aku
memutuskan untuk menikmati saat ini bersama KAMU. Dalam hitungan kurang dari 24
jam sejak kita berbicara malam itu, tiket pesawat berserta penginapan telah ada
di genggaman, demi satu tujuan, membuat hari ini menjadi hari yang special
diantara 31 terakhir yang pernah aku lalui.
Dengan langkah pasti aku
meninggalkan kantor lebih awal, agar dapat tiba di depan petugas check in
bandara yang akan menunjukkan kursi dan pesawat yang akan membawaku merangkai angan, membuat hari ini
menjadi hari yang special diantara 31 terakhir yang pernah aku lalui.
KAMU memutuskan untuk menjemputku
di bandara, meski jaraknya cukup jauh dari kantor tempat KAMU bekerja, dan satu
hal yang pasti KAMU tidak ada yang lebih menyenangkan dari pada di jemput oleh
orang yang paling di sayang untuk membuat hari ini menjadi hari yang special
diantara 31 terakhir yang pernah aku lalui.
2 jam menembus awan, melalui
ribuak kilometer daratan dan lautan hingga akhirnya garbarata menyambutku untuk
mengantarku ke lokasi dimana KAMU menungguku dengan ditemani suara merdumu untuk
melalui lorong yang mengarah ke pintu keluar. Dapat dengan jelas aku melihatmu
di balik kaca bening di depan pintu keluar terminal kedatangan 1B, gerak gerik
yang tidak akan aku bisa lupa. Ya itu KAMU, orang yang akan membuat hari ini
menjadi hari yang special diantara 31 terakhir yang pernah aku lalui.
Menantikan shuttle bus damri
menuju Lippo Karawaci juga memakan waktu tidak sebentar, di tambah teriknya
cuaca, lalu lintas kendaraan yang padat, dan ratusan orang yang sama-sama
mengantri untuk di antar ke tempat tujuan masing-masing di liburan panjang kali
ini tentu menambah sensasi berbeda, namun denganmu di sisiku membuatku dengan
rangkaian imajinasi yang akan kita bangun bersama hari ini, untuk membuat hari ini
menjadi hari yang special diantara 31 terakhir yang pernah aku lalui.
Cukup Sore ketika Aku dan KAMU tiba
di tempat yang menjadi rumah peristirahatan sementara untuk membersihkan diri,
merebahkan badan dan meletakkan barang-barang untuk segera menyusun rencana.
Kurang dari 6 jam lebih tepatnya. Kita memutuskan untuk menghabiskan hari ini
di sebuah Mall yang sangat popular di kota itu, yang akan menjadi tempat pusat
pesta akhir tahun.
Perut yang kosong, dan badan yang
lelah memang membutuhkan asupan gizi yang cukup. Terlalu banyak makanan yang
menggoda untuk di coba, namun aku menyerahkan semuanya ke KAMU untuk menentukan
tempat dan apa yang akan masuk melalui tenggorokan dan lambung Kita bersama,
sebuah kafe yang memiliki menu special Telur yang akhirnya menjadi tempat kita
bersinggah, untuk menantikan pukul 12, ditemani dengan lalu lalang ribuan orang
dan penampilan band yang menghibur, namun tidak ada yang lebih menjadi pusat
perhatianku selain wajahmu dan suaramu. Hanya nyamuk yang menggigitmu yang
sempat merubah mood KAMU.
Ketika cukup terisi, mengitari
mall untuk melihat barang- barang yang beraneka macam jadi pilihan Kita
menantikan waktu itu, dari sepatu, baju, jas, dan godaan diskon-diskon yang
hanya akan membuat hati, pikiran, logika serta dompet beradu. Semakin malam,
semakin menyemut orang di sana, berjam-jam yang melelahkan membuat kita harus
mengisi nutrisi tubuh dengan segelas minuman yang menyegarkan, walaupun
kenyataannya Kita salah pilih, minuman itu cukup kecut dan terlalu banyak
mengandung es tapi sudahlah dalam pilihan kadang salah walaupun tidak selalu
benar, namun tetap kita nikmati.
30 menit menuju waktu yang
dinantikan, kita memutuskan untuk menuju ke pusat acara. Namun ribuan orang
yang ada membuat Kita kesulitan untuk menentukan tempat terbaik untuk melalui
malam itu, berpindah kesana dan sini, akhirnya beberapa menit menjelang pukul
12, parkiran mobil di sisi barat Mall menjadi tempat pilihan Kita, karena
sangat jelas kita melihat langit jika ada permainan cahaya dan kembang api
disana.
Hari yang special diantara 31
terakhir yang pernah aku lalui pun tiba..
Aku merangkulmu tepat di sisi
kanan aku..
Akhirnya kita bersama melalui 31
terakhir di 2015..
Tarian dari permainan kembang api
yang jumlahnya ratusan menghiasi langit Serpong malam itu..
Kita memandang keindahan itu
bersama, tanpa memperdulikan orang lain yang jumlahnya ribuan di sekeliling
kita..
Suara keriuhan petasan seolah
hening ketika aku memandangmu dan mengucapkan..
“Happy New Year…” dengan sebuah kecupan sederhana di kening KAMU.
Buat aku, Inilah 31 terakhir yang
paling special yang pernah aku lalui..
Buat aku, pilihan yang telah aku
putuskan untuk bersama KAMU tidak salah..
Kita akan merangkai mimpi
bersama..
Dalam doa dan proses yang tidak
mudah..
Untuk melalui tahun 2016 ini..
Dan aku akan selalu berharap..
31
terakhir di 2016..
Aku akan tetap merangkul kamu,
memandang langit yang sama, menikmati keindahan yang sama, dengan perasaan
sayang yang tidak akan pernah berubah.
Happy New Year KAMUNYA AKU.
With Love
-Niko-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar