Senin, 04 Januari 2016

31 Terakhir di 2015



Pikiranku sudah tidak pada tempatnya, jam dinding dikantor terasa lama untuk menuju gugusan 11:15. Hari ini adalah 31 terakhir di 2015, aku masih belum bisa menggambarkan akan seperti apa hari ini, harapanku hanya satu, membuat hari ini menjadi hari yang special diantara 31 terakhir yang pernah aku lalui.

Beberapa hari sebelumnya, aku memutuskan untuk menikmati saat ini bersama KAMU. Dalam hitungan kurang dari 24 jam sejak kita berbicara malam itu, tiket pesawat berserta penginapan telah ada di genggaman, demi satu tujuan, membuat hari ini menjadi hari yang special diantara 31 terakhir yang pernah aku lalui.

Dengan langkah pasti aku meninggalkan kantor lebih awal, agar dapat tiba di depan petugas check in bandara yang akan menunjukkan kursi dan pesawat yang  akan membawaku merangkai angan, membuat hari ini menjadi hari yang special diantara 31 terakhir yang pernah aku lalui.

KAMU memutuskan untuk menjemputku di bandara, meski jaraknya cukup jauh dari kantor tempat KAMU bekerja, dan satu hal yang pasti KAMU tidak ada yang lebih menyenangkan dari pada di jemput oleh orang yang paling di sayang untuk membuat hari ini menjadi hari yang special diantara 31 terakhir yang pernah aku lalui.

2 jam menembus awan, melalui ribuak kilometer daratan dan lautan hingga akhirnya garbarata menyambutku untuk mengantarku ke lokasi dimana KAMU menungguku dengan ditemani suara merdumu untuk melalui lorong yang mengarah ke pintu keluar. Dapat dengan jelas aku melihatmu di balik kaca bening di depan pintu keluar terminal kedatangan 1B, gerak gerik yang tidak akan aku bisa lupa. Ya itu KAMU, orang yang akan membuat hari ini menjadi hari yang special diantara 31 terakhir yang pernah aku lalui.

Menantikan shuttle bus damri menuju Lippo Karawaci juga memakan waktu tidak sebentar, di tambah teriknya cuaca, lalu lintas kendaraan yang padat, dan ratusan orang yang sama-sama mengantri untuk di antar ke tempat tujuan masing-masing di liburan panjang kali ini tentu menambah sensasi berbeda, namun denganmu di sisiku membuatku dengan rangkaian imajinasi yang akan kita bangun bersama hari ini, untuk membuat hari ini menjadi hari yang special diantara 31 terakhir yang pernah aku lalui.

Cukup Sore ketika Aku dan KAMU tiba di tempat yang menjadi rumah peristirahatan sementara untuk membersihkan diri, merebahkan badan dan meletakkan barang-barang untuk segera menyusun rencana. Kurang dari 6 jam lebih tepatnya. Kita memutuskan untuk menghabiskan hari ini di sebuah Mall yang sangat popular di kota itu, yang akan menjadi tempat pusat pesta akhir tahun.

Perut yang kosong, dan badan yang lelah memang membutuhkan asupan gizi yang cukup. Terlalu banyak makanan yang menggoda untuk di coba, namun aku menyerahkan semuanya ke KAMU untuk menentukan tempat dan apa yang akan masuk melalui tenggorokan dan lambung Kita bersama, sebuah kafe yang memiliki menu special Telur yang akhirnya menjadi tempat kita bersinggah, untuk menantikan pukul 12, ditemani dengan lalu lalang ribuan orang dan penampilan band yang menghibur, namun tidak ada yang lebih menjadi pusat perhatianku selain wajahmu dan suaramu. Hanya nyamuk yang menggigitmu yang sempat merubah mood KAMU.

Ketika cukup terisi, mengitari mall untuk melihat barang- barang yang beraneka macam jadi pilihan Kita menantikan waktu itu, dari sepatu, baju, jas, dan godaan diskon-diskon yang hanya akan membuat hati, pikiran, logika serta dompet beradu. Semakin malam, semakin menyemut orang di sana, berjam-jam yang melelahkan membuat kita harus mengisi nutrisi tubuh dengan segelas minuman yang menyegarkan, walaupun kenyataannya Kita salah pilih, minuman itu cukup kecut dan terlalu banyak mengandung es tapi sudahlah dalam pilihan kadang salah walaupun tidak selalu benar, namun tetap kita nikmati.

30 menit menuju waktu yang dinantikan, kita memutuskan untuk menuju ke pusat acara. Namun ribuan orang yang ada membuat Kita kesulitan untuk menentukan tempat terbaik untuk melalui malam itu, berpindah kesana dan sini, akhirnya beberapa menit menjelang pukul 12, parkiran mobil di sisi barat Mall menjadi tempat pilihan Kita, karena sangat jelas kita melihat langit jika ada permainan cahaya dan kembang api disana.

Hari yang special diantara 31 terakhir yang pernah aku lalui pun tiba..
Aku merangkulmu tepat di sisi kanan aku..
Akhirnya kita bersama melalui 31 terakhir di 2015..
Tarian dari permainan kembang api yang jumlahnya ratusan menghiasi langit Serpong malam itu..
Kita memandang keindahan itu bersama, tanpa memperdulikan orang lain yang jumlahnya ribuan di sekeliling kita..
Suara keriuhan petasan seolah hening ketika aku memandangmu dan mengucapkan..

Happy New Year…” dengan sebuah kecupan sederhana di kening KAMU.

Buat aku, Inilah 31 terakhir yang paling special yang pernah aku lalui..
Buat aku, pilihan yang telah aku putuskan untuk bersama KAMU tidak salah..
Kita akan merangkai mimpi bersama..
Dalam doa dan proses yang tidak mudah..
Untuk melalui tahun 2016 ini..

Dan aku akan selalu berharap..

31 terakhir di 2016..

Aku akan tetap merangkul kamu, memandang langit yang sama, menikmati keindahan yang sama, dengan perasaan sayang yang tidak akan pernah berubah.

Happy New Year KAMUNYA AKU.

With Love
-Niko-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar