Yang terlintas dalam pikiran aku
tentang kamu adalah wanita mandiri yang rapuh.
Masih ingat dalam pikiranku
pertama kali aku melihat kamu dalam layar laptop dalam sebuah video conference
untuk suatu project, wanita yang sangat muda namun telah menanggung tanggung
jawab cukup besar di rumah maupun di kantor.
Aku menyukai kemandirianmu,
sungguh. Namun di balik itu, kamu menyimpan pilu dan kerapuhan yang hanya dapat
di ketahui oleh orang terdekat kamu saja. Bahkan orang tuamu saja tidak
mengetahui hal ini. Kamu pandai menyembunyikannya dalam kemandirian dan marahmu.
Ya, itulah dirimu sepaket.
Kamu cantik, kamu baik, kamu
pengasih dan penyayang, namun enggan di anggap manja dan di pandang rendah oleh
orang lain, meskipun hanya melalui sebuah candaan. Kesensitifan ini yang
membuat kamu mudah tersulut amarah, meledak-ledak walaupun akhirnya kamu akan
menyesali sikapmu itu, namun kesensitifan ini yang kembali menjadi tameng untuk
bertahan dan menyerang.
Entah seberapa sering kamu
menyimpan semua masalahmu, hanya air mata dan perubahan mood kamu yang bisa
seperti rollercoster yang dapat mengidentifikasi bahwa ada sesuatu padamu. Kamu
takut, takut untuk menjadi terabaikan karena sikap kamu sendiri yang membuat
dirimu jadi diabaikan.
Masih banyak hal lain yang aku
ketahui berdasarkan asumsi aku, karena interaksi kita yang lebih banyak melalui
dunia maya penyebabnya, namun aku tidak pernah salah dalam menarik suatu
kesimpulan dari apa yang aku temui, melalu suara maupun baris kata-kata.
Tahun 2016 ini mungkin menjadi
tahun terberat buat kamu, keadaan papah yang sakit ditambah kondisi mamah yang
lemah, ditambah saudara kandung yang telah berumah tangga, membuatmu harus memikul
ini semua.
Kamu harus mengorbankan waktu kamu
Kamu harus mengorbankan lebih
banyak biaya
Terutama kamu harus mengorbankan kebebasan
kamu
Hari ini, genap 24 tahun usiamu.
Usia yang terlalu muda untuk dapat menanggung semua permasalahan yang harusnya
belum harus kamu hadapi.
Terima kasih telah memilih aku
untuk dapat menemanimu, menjadi teman cerita dan berbagimu, walaupun kita tidak
setiap saat bertatap mata dan saling menguatkan langsung, setidaknya semoga aku
dapat memberi warna dalam hidup kamu, sekarang maupun yang akan datang.
Kamunya aku, teruslah berbahagia.
Teruslah berbahagia dalam situasi
apapun.
Dalam situasi terpahit sekalipun,
tetaplah berbahagia meskipun kamu tidak tau caranya.
Buatlah dirimu sendiri bahagia,
dan sebarkan itu kepada sekitarmu
Karena hati yang bahagia adalah obat
yang manjur untuk segala hal.
Jangan bersedih lagi.
Jangan merasa hidupmu tidak
berarti dan tidak berguna lagi.
Setiap kita dilahirkan di dunia
Tuhan sudah punya tujuan dan rencana yang indah
Setiap kamu lelah dan akan
menyerah, ingatlah selalu bahwa kamu pernah menjadi alasan untuk orangtuamu, keluargamu
dan aku bahagia.
Selamat ulang tahun kamunya aku.
Tersenyumlah dan berbahagialah selalu.With Love
-Niko-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar