Entah mengapa, hatiku terusik untuk
membicarakan hal ini. Membicarakan soal cinta yang tak akan pernah habis di
ulas sampai kapanpu, namun jika kita membicarakan soal ketidak beradaannya
cinta.. hmmm..
Okay.. setiap malam kadang
kegundahan muncul dalam diriku, bukan kegundahan tapi ketakutan lebih tepatnya,
ketakutan yang sedikit demi sedikit mencoba mendirikan tembok yang kokoh dalam
pikiran dan hati aku. Penyebabnya adalah CINTA, ya aku sedang mengalami yang
namanya jatuh cinta dan menjalin hubungan serius dengan seseorang. Tapi.. terpisah oleh jarak hingga ribuan kilometer.
Ada yang mengatakan bahwa cinta
datang karena sering bertemu, mungkin cinta lokasi lebih tepatnya. Namun yang
aku alami saat ini adalah tidak seperti itu, kami bertemu bisa di hitung dengan
jari tangan jumlahnya. Kami menggunakan semua alat komunikasi untu bisa saling
memberi kabar, bertukar cerita, dan bercanda tawa, dari watsap, sms, telp dan
video call semua menjadi penghubung bertemunya kami meskipun itu dalam perwujudan tidak nyata secara fisik.
Pertanyaannya, apa bisa ketika
dirimu sakit, suaraku menyembuhkan?? Atau ketika dirimu pulang larut suaraku
bisa membuatmu aman?? Atau ketika dirimu sedih dan marah suaraku bisa
memulihkan keadaamu??
Sesaat aku berfikir itu tidak
bisa..
Dirimu butuh orang yang bisa
kapan aja mencarikan obat dan membelikan makanan dan minuman hangat untuk
memulihkan kondisinya yang sedang sakit. Dirinmu butuh orang yang bisa
menjemputmu atau setidaknya memberimu rasa aman dengan berada di sisimu
langsung melalui macet dan kejamnya angkutan umum. Dirimu butuh pelukan,
telinga untuk mendengar, dan bahu untuk bersandar untuk berbagi kesedihan dan
amarah.
Sesaat aku berfikir kembali jauh
lebih dalam.. keberadaan fisik itu adalah salah satu perwujudan CINTA.. hanya
salah satu wujud.
Aku menyadari secara fisik lebih
sering berada dalam ketidakberadaan ketika menjalin hubungan ini, namun dalam
ketidakberadaanku bukan berarti CINTA itu tidak ada.
CINTA itu bukan berarti selalu
ada secara fisik, namun banyak aspek dan wujud yang bisa dilihat dan rasakan. Karena
CINTA tidak bisa di jelaskan sampai kita benar-benar merasakannya sendiri.
Aku meyakini… Dalam
ketidakberadaanku CINTA itu tetap ada.
Ketika dirimu berbicara denganku
melalu suara, aku yakin dirimu bisa merasakan kehadiranku disisimu
Ketika dirimu bercerita dan
tertawa bersamaku melalui video call, aku yakin dirimu bisa merasakan dengan
lembut sentuhan dan kehadiranku.
Ketika dirimu mengabarkan keadaan
kamu ketika berdesakan dan mengantri dalam angkutan umum melalu suara, aku
yakin dirimu bisa merasakan aku ada di sana memberimu rasa aman.
Aku meyakini… Dalam
ketidakberadaanku CINTA itu tetap ada
Terdengar
klise mungkin namun itulah CINTA yang saat ini aku rasakan.
Karena CINTA itu adalah suatu hal
yang dibiarkan tumbuh dan mengalir, mungkin salah satu caranya adalah dengan sering
bertemu. Tapi aku percaya, cinta tidak semurah itu untuk tumbuh dan bersemi hanya
karena jarangnya kita bertemu dan seringnya kita berada dalam ketidakberadaan.
Kita hanya perlu terus berjuang
bersama, ketika kita sepenuhnya meyakini bahwa I’m yours and you’re mine.
With Love
-niko-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar