Senin, 07 Desember 2015

Di Tengah Ketidakberadaan Bukan Berarti Cinta itu Tidak Ada



Entah mengapa, hatiku terusik untuk membicarakan hal ini. Membicarakan soal cinta yang tak akan pernah habis di ulas sampai kapanpu, namun jika kita membicarakan soal ketidak beradaannya cinta.. hmmm..

Okay.. setiap malam kadang kegundahan muncul dalam diriku, bukan kegundahan tapi ketakutan lebih tepatnya, ketakutan yang sedikit demi sedikit mencoba mendirikan tembok yang kokoh dalam pikiran dan hati aku. Penyebabnya adalah CINTA, ya aku sedang mengalami yang namanya jatuh cinta dan menjalin hubungan serius dengan seseorang. Tapi.. terpisah oleh jarak hingga ribuan kilometer.

Ada yang mengatakan bahwa cinta datang karena sering bertemu, mungkin cinta lokasi lebih tepatnya. Namun yang aku alami saat ini adalah tidak seperti itu, kami bertemu bisa di hitung dengan jari tangan jumlahnya. Kami menggunakan semua alat komunikasi untu bisa saling memberi kabar, bertukar cerita, dan bercanda tawa, dari watsap, sms, telp dan video call semua menjadi penghubung bertemunya kami meskipun itu dalam perwujudan tidak nyata secara fisik.

Pertanyaannya, apa bisa ketika dirimu sakit, suaraku menyembuhkan?? Atau ketika dirimu pulang larut suaraku bisa membuatmu aman?? Atau ketika dirimu sedih dan marah suaraku bisa memulihkan keadaamu??

Sesaat aku berfikir itu tidak bisa..

Dirimu butuh orang yang bisa kapan aja mencarikan obat dan membelikan makanan dan minuman hangat untuk memulihkan kondisinya yang sedang sakit. Dirinmu butuh orang yang bisa menjemputmu atau setidaknya memberimu rasa aman dengan berada di sisimu langsung melalui macet dan kejamnya angkutan umum. Dirimu butuh pelukan, telinga untuk mendengar, dan bahu untuk bersandar untuk berbagi kesedihan dan amarah.

Sesaat aku berfikir kembali jauh lebih dalam.. keberadaan fisik itu adalah salah satu perwujudan CINTA.. hanya salah satu wujud.

Aku menyadari secara fisik lebih sering berada dalam ketidakberadaan ketika menjalin hubungan ini, namun dalam ketidakberadaanku bukan berarti CINTA itu tidak ada.

CINTA itu bukan berarti selalu ada secara fisik, namun banyak aspek dan wujud yang bisa dilihat dan rasakan. Karena CINTA tidak bisa di jelaskan sampai kita benar-benar merasakannya sendiri.

Aku meyakini… Dalam ketidakberadaanku CINTA itu tetap ada.

Ketika dirimu berbicara denganku melalu suara, aku yakin dirimu bisa merasakan kehadiranku disisimu
Ketika dirimu bercerita dan tertawa bersamaku melalui video call, aku yakin dirimu bisa merasakan dengan lembut sentuhan dan kehadiranku.
Ketika dirimu mengabarkan keadaan kamu ketika berdesakan dan mengantri dalam angkutan umum melalu suara, aku yakin dirimu bisa merasakan aku ada di sana memberimu rasa aman.

Aku meyakini… Dalam ketidakberadaanku CINTA itu tetap ada

Terdengar klise mungkin namun itulah CINTA yang saat ini aku rasakan.

Karena CINTA itu adalah suatu hal yang dibiarkan tumbuh dan mengalir, mungkin salah satu caranya adalah dengan sering bertemu. Tapi aku percaya, cinta tidak semurah itu untuk tumbuh dan bersemi hanya karena jarangnya kita bertemu dan seringnya kita berada dalam ketidakberadaan.

Kita hanya perlu terus berjuang bersama, ketika kita sepenuhnya meyakini bahwa I’m yours and you’re mine.

With Love
-niko-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar