Jumat, 04 Desember 2015

Apa Bisa??



Keinginan untuk menjadi seutuhnya, boleh dibilang suatu kebiasaan lama untuk mementingkan hal yang tidak penting  kembali merekah dalam diri aku. 

Berusaha menghilangkan hal ini tapi entah mengapa belum sepenuhnya berhasil. Jarak dan Keadaan yang kembali membangunkan perasaan yang sudah lama terlelap untuk seketika merekah kembali.

Dulu aku sangat amat posesif, hal yang sampai sekarang sangat aku benci dari diri aku.. Sampai aku nulis ini, aku yakinkan sekali lagi hal itu GA PENTING!! Berusaha menutupi hal itu dengan casing boneka kebahagiaan, namun apa yang ada di dalam pasti akan tetap terlihat dan berdampak pada mood dan raut muka serta prilaku aku.

Diam.. Cuma itu yang aku tahu cara terampuh mengatasinya.

Aku berusaha mengubur dalam-dalam perasaan ini, namun aku tidak pernah tau kapan akan muncul kembali sampai aku sendiri yang memutuskan untuk membuka hati dan menggali kembali perasaan ini. Aku sadar, perasaan ini sampah, aku sadar tapi aku cuma manusia normal yang mungkin terlalu mengandalkan perasaan dari pada logika. Defaultnya seperti ini.

Tapi come on.. Memikirkan hal yang tidak perlu dipirkan, bahkan sampai mendalam?? Is it normal??

Yang menjadi semakin sampah adalah, aku selalu mempermasalahkan hal yang ngak penting bahkan hal itu sudah ada dalam pikiran aku sebelumnya, sounds funny right?!?!

Entahlah…

Suatu pepatah logis, Berani jatuh berarti harus siap untuk sakit

Mungkin saat ini… diam itu salah satu pilihan yang paling tepat ketika perasaan itu muncul

Namun..
Apa bisa mencintai dalam Diam?!


With Love
-Niko-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar