Keinginan untuk menjadi
seutuhnya, boleh dibilang suatu kebiasaan lama untuk mementingkan hal yang tidak
penting kembali merekah dalam diri aku.
Berusaha menghilangkan hal ini
tapi entah mengapa belum sepenuhnya berhasil. Jarak dan Keadaan yang kembali
membangunkan perasaan yang sudah lama terlelap untuk seketika merekah kembali.
Dulu aku sangat amat posesif, hal yang
sampai sekarang sangat aku benci dari diri aku.. Sampai aku nulis ini, aku
yakinkan sekali lagi hal itu GA PENTING!! Berusaha menutupi hal itu dengan
casing boneka kebahagiaan, namun apa yang ada di dalam pasti akan tetap
terlihat dan berdampak pada mood dan raut muka serta prilaku aku.
Diam.. Cuma itu yang aku tahu cara
terampuh mengatasinya.
Aku berusaha mengubur dalam-dalam
perasaan ini, namun aku tidak pernah tau kapan akan muncul kembali sampai aku
sendiri yang memutuskan untuk membuka hati dan menggali kembali perasaan ini.
Aku sadar, perasaan ini sampah, aku sadar tapi aku cuma manusia normal yang
mungkin terlalu mengandalkan perasaan dari pada logika. Defaultnya seperti ini.
Tapi come on.. Memikirkan hal
yang tidak perlu dipirkan, bahkan sampai mendalam?? Is it normal??
Yang menjadi semakin sampah
adalah, aku selalu mempermasalahkan hal yang ngak penting bahkan hal itu sudah
ada dalam pikiran aku sebelumnya, sounds funny right?!?!
Entahlah…
Suatu pepatah logis, Berani jatuh
berarti harus siap untuk sakit
Mungkin saat ini… diam itu salah
satu pilihan yang paling tepat ketika perasaan itu muncul
Namun..
Apa bisa mencintai dalam Diam?!
With Love
-Niko-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar