Rabu, 04 November 2015

New Chapter



Akhirnya saat yang Aku nantikan tiba, saat dimana aku mengumpulakan semua keberanian untuk mengatakan yang seharusnya perlu aku katakan, tanpa harus berbohon ini itu dan melarikan diri dari pertanyaan-pertanyaan yang mengarah ke sana.

Friday, 30 October 2015
Hari yang aku tetapkan untuk meminta izin pulang lebih cepat untuk segera berangkat menjalankan misi, Bertemu dan mengutarakan perasaan yang ada, tanpa memberitahu kedatangan aku. Sebagai anak Taurus, sudah bukan hal aneh ketika hobi membuat kejutan, namun ini bukan sekedar kejutan bahkan sangat beresiko gagal dengan kenyataan bahwa saya buta tuli rabun jereng soal Jakarta, apalagi Tangerang (ingat Gnya cuma 1) yang notabene berdasarkan cerita-cerita di telp letaknya sangat jauh, kurang lebih 2 jam perjalanan dari Kantor pusat di Kebun Sirih (tepok jidat).
Sebut saja namanya Ratna Sari pake spasi (selanjutnya kita menggunakan kata DIA), wanita yang entah bagaimana ceritanya bisa dan mau kenal sama pria setengah pangeran macam aku, yang kalo di jelaskan bagaimana kenalnya selembar post it kecil sangat cukup menjelaskan kronologinya. Dan dialah targetnya, eits bukan target tapi dermaga akhir #tsahh.
Pesawat burung merah membawa diriku beserta semua pemikiran hasrat dan rasa yang terpendam mendarat di Soeta, tepat pukul 14:35. Damri menuju stasiun gambir telah menanti di seberang terminal kedatangan, dengan membayar 40 ribu kisah ini terus berlanjut.
Sebelumnya perlu di ketahui bahwa aku dan Ratna itu satu kantor, tapi beda gedung. Dia di gedung di Kantor Pusat Jakarta dan aku di gedung ehh bukan ruko di BALIKPAPAN, kota beriman yang sangat di idamkan oleh seluruh penduduk di dunia untuk di tempati, kota yang sangat layak huni, kota yg adorable, kota yang ketika menyebutnya dada bergetar, pikiran kunang kunang dan muntah muntah *mohon segera ke dokter, sepertinya anda sakit jika mengalami gejala itu.
Sebelum tiba di Gambir, damri berhasil melalui sebuah gedung yang merupakan kantor pusat yang hanya dengan modal foto group kantor saya dapat mengidentifikasikannya, oleh karenanya disanalah misi saya akan saya lakukan. Berjalan kaki dengan gegap gempita gemaripah lohjinawi menuju gedung kantor yang berjarak sekira 2 km dr gambir.
Sebuah kursi taman kosong menyambut saya di seberang gedung itu, kursi yang sepertinya menantikan aku dan paham akan rencana aku. Hempasan bokongku di atasnya membuat kursi taman sumrigah, bagai tanah kering yang rindukan hujan, demikian juga kursi taman itu menantikan untuk di duduki oleh seorang berwajah hamper pangeran yang hendak menjumpai permaisurinya #Uhuk
Namun kenyataan lebih pait dari buah pare di campur mengkudu dan di bungkus daun papaya.
Ingin memberikan kejutan tapi sebuah pesan singkat dalam watsap mengguncang kestabilitas rupiah dan rencana aku, Dia sedang dak di kantor, “Baru selesai Meeting” “Besar Kemungkinan Lembur” “Lagi temenin Pada makan Di Citos”. Seketika itu pula apa yang aku takuti terjadi, Kejutan ini akan GAGAL.
Perlu di ketahui, bahwa tidak ada seorangpun orang kantor pusat tau kalo aku ijin setengah hari dank e Jakarta, itulah kenapa saya tidak masuk dalam gedung itu.
Akhirnya dengan sangat kepaksa saya harus mengatakan bahwa saya ada di depan kantor melalui sebuah foto dengan es podeng sebagai modelnya, dan gedung kantor sebagai backgroundnya. Entah Dia terkejut ato malah pup terbahak-bahak, aku sudah tidak peduli. Aku ga menguasai medan perangku saat ini, bermodalkan Cinta di Raga dan Rindu di jiwa saya laksanakan misi ini. Sampai akhirnya dia akan mengusahakan secepatnya balik ke kantor untuk menemui aku.
Tuhan pasti buka jalan jika kita berniat baik dan berusaha, lembur kerja yang awalnya di rencanakan akhirnya batal begitupun rencana keesokan harinya, Dia sangat senang terlebih Aku.
Setiba dia di kantor, membereskan satu dan lain hal, bahkan Pup yang menjadi bagian hidupnya setiap hari dia abaikan karena kenekatan aku.
Dan…
Lambaian tangan di sebrang jalan membuyarkan kecemasanku, aku melihatnya.. Dia yang menjadi tempat dermaga persinggahan terakhir aku.
Kagok, iya.. sudah sangat lama sekali kami tidak bertemu, kira-kira 2 bulan. Tapi ingat, sehari buat aku berbeda dengan sehari buat kalian-kalian yang membaca ini, kecuali kalian pernah merasakan Rindu dalam dekapan perasaan Cinta.
Mission completed. KETEMU DIA.
Masih ada misi selanjutnya yaitu mengutaraan yang tidak bisa aku pendam terlalu lama, suatu yang memang sangat di butuhkan untuk sebuah kepastian.

Saturday, 31 October 2015
Waktu istirahat semalam sudah cukup untuk memulihkan stamina, jiwa dan raga aku yang sempat terhanyut dalam relung kecemasan dan ketidakpastian akan bertemu. Untuk yang terjadi semalam tidak perlu saya jelaskan di sini, ketika kalian pernah merasakan rindu tentu kalian akan tau harus berbuat apa.
Guyuran shower di kamar mandi hotel memberi semangat baru untukku, karena aku lebih buta dan tuli lagi soal Tangerang maka Dia akan datang untuk menjemputku dan di sebuah mall elit di kawasan elit yang bernama Serpong. Persiapan cukup dengan sedikit wewangian parfum refile aku telah siap melalui hari ini.
Mall yang besarnya melebihi bunderan HI apalagi halaman parkir SMA saya menjadi tempatku menunggu kedatangan Dia. Keletihan berputaran menantinya kemarin di Jakarta masih terasa di kaki aku, dan enggan diriku memutari mall ini dan Hok*en menjadi tempatku melipir karena laper sembari menantikan waktu kami janjian. Tidak putus kami berkomunikasi melalui whatsap untuk memastikan bahwa aku berada di tempat yang benar dan tidak nyasar ke panti pijat, apalagi ke waterboom.
Aku selesai makan, mengitari Gramedia dan kursi santai mall menjadi pemberhentianku selanjutnya, sampai dia datang, dan kami melanjutkan untuk mengitari mall dan ngemil sejenis es yang dari nama pemiliknya saja sudah sangat menggembirakan, Pak Ucu ucu ucuuuuuuuu #PakeMukaImut
Aku masih belum mengutarakan itu..
Dia mengajak aku untuk main kerumahnya di sekitaran Perumnas, demikian daerah tempatnya di sebutkan. Ingat PERUMNAS bukan PerumMas atau PerumMbak, untuk bertemu keluarganya. #JengJeng Ternyata rumahnya harus melalui puluhan perempatan yang mirip mirip, sangat sulit untuk menghapal untuk orang yang baru pertama kali kesana meskipun memiliki kecerdasan di atas rata-rata dan ketampanan dibawah rata-rata.
Setiba di rumahnya, kedua orangtuanya menyambut hangat. Jujur aku grogi pada saat itu, karena ini kali pertamanya harus bertemu dengan orang tua seseorang yang sangat special buat aku, karena biasanya selalu berhadapan dengan tembok backstreet karena tidak mendapatkan restu ato pacaran diam-diam. 2 jam berbicara hangat, akhirnya kami harus pamit menghadiri acara resepsi pernihakan temen Dia dengan menunggu sepasang temen sekolahnya yang mengajak pergi bersamaan.
Setiba di lokasi acara, satu demi satu teman sekolah Dia datang, dan saya di perkenalkan kepada mereka… Namun saya masih belum menyatakan hal itu..
Resepsi pun berakhir dan aku memutuskan mencari tempat yang nyaman, hanya ada aku dan dia untuk mengungkapkan semuanya.
Ingin rasanya membeli coklat, boneka, bunga untuk menemaniku menyampaikan ini, tapi sungguh aku tidak mengetahui medan, sehingga aku urungkan niat tersebut. Hanya menemukan tempat yang hanya ada aku dan dia saja yang menjadi tujuanku di malam itu.
Di sebuah tempat di sekitaran Serpong, di ruangan yang tidak sebesar kantor kerjaku, aku pun mengungkapkannya.
Aku ingat pandangan matanya..
Aku Ingat Senyumannya..
Aku Ingat ekspresinya pada saat itu..
Ketika aku mengatakan “AKU SAYANG KAMU”….              
“AKU JUGA SAYANG SAMA KAMU”…
…………..
Masih belum puas dengan jawaban itu, aku menunjukkan ekspresi yang tidak puas dan dia pun menyadari.
“Kenapa…”
Akupun meneruskan.. “Mau ga kamu jadi pacar aku”
Diapun berujar “Iya…”
Seketika itu pula, kebahagiaanku dapat terpancar dari wajah aku yang biasa biasa saja. Dia sengaja mengerjai aku dengan menjawab seperlunya, karena aku tidak bertanya lagi. Dia cukup tau perasaan aku selama kami telp dan video cal, hanya saja sebagai pria Taurus menyatakan langsung di hadapannya adalah KEWAJIBAN.

31-10-2015
Aku mengganti wallpaper dan background di HP
Aku resmi memanggil dia Sayang.
Sekarang bukan lagi aku dan dia tapi KITA.
Dan aku pun bertanya kepadanya….
Sekarang aku sudah punya hak kan??

With Love
-Niko-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar