Keseharianku saat ini berbeda
dari sebelumnya, memiliki Dia menjadi pembedanya.
Hampir setiap saat ingin rasanya
mengabarkan apa yang aku lakukan dan alami sama dia tanpa dia minta. Hal ini
muncul begitu saja dan mungkin buat kalian terkesan norak tapi entah mengapa aku nyaman
untuk itu, bukan karena dia jauh namun buat aku menginformasikan hal yang
kecil dan sederhana kepada orang yang telah menjadi bagian hidup aku itu suatu KENYAMANAN, bukan paksaan dan bukan juga karena aku over protected atau ingin
pamer ke orang lain karena sudah terlalu lama sendiri, BUKAN ITU.
Aku tau..
Dia bosenan. Aku tau dari apa yang
pernah dia ceritakan dan sampaikan kepadaku. Semoga wajahku dan sikapku yang
abstrak bisa merangkul kebosenannya menjadi gambaran keindahan setiap saat.
Dia selalu punya jawaban. Aku
selalu tersenyum ketika dia bisa merangkai kata dalam bentuk jawaban dari
setiap pertanyaan dan statement yang aku sampaikan.
Dia keras kepala. Aku menyadari
dia tidak pernah mau mengalah untuk sesuatu yang menurutnya benar apapun itu. Ini
point yang menurut aku akan bisa membawanya cepat sukses untuk segala cita-citanya
dan keinginannya.
Dia multitasking. Aku menyadari
itu ketika dia harus berjibaku dengan kerjaannya, namun masih bisa membalas
watsap aku, sambal ngemil, dan ngangkat telpon.
Dia jutek. Aku menyadari dari
awal melihatnya di bandara dan setelah mengenalnya, default wajahnya memang
seperti itu karena terbentuk oleh lingkungandan keadaan yang mengharuskannya
seperti itu, tapi dia punya hati yang sangat luas untuk memaafkan.
Dia mandiri. Aku sudah menyadari
itu dari cerita-ceritanya melalu telpon, dan semakin percaya ketika bertemu
dengannya beberapa hari lalu. Bahkan dia wanita paling mandiri yang pernah aku
kenal.
Satu hal yang mungkin aku sadari
sebenarnya hal yang tidak pantas untuk dia lakukan namun dia memilih itu. Dia
memilih untuk disakiti daripada menyakiti.
Diawal perkenalan kami, aku
mengangap hanya angin lalu tapi semakin kesini aku mulai menyadari hal itu, dia
telah banyak di sakiti namun menutupnya dengan topeng kebahagiaan, terlalu
banyak bahkan menurut aku untuk seorang wanita sepertinya. Tapi dia tetap kokoh
dan kuat meskipun hatinya menangis, tapi dia memilih untuk seperti itu hanya
untuk menyenangkan orang kesayangan disekitarnya maupun yang pernah bersamanya,
yang berujung pada hal-hal yang menurutku tidak pantas di terima oleh dia dari
tindakan dan prilaku yang dibungkus oleh rasa yang namanya SAYANG.
Kali ini aku akan katakan..
Kamu sangat pantas untuk
diperlakukan dan disayangi melebihi perasaan sayang yang pernah kamu rasakan
kepada orang kesayanganmu
Aku berjanji untuk menunjukan
bagaimana rasanya disayangi, meskipun akupun belum pernah merasakan rasanya disayangi
seutuhnya.
Genggam tangan aku saat ini untuk mengajakmu jalan bersama.
Dan beri aku sedikit ruang di sisi terkecil
ruang hati kamu yang pernah penuh terisi dan berantakan, untuk aku bersihkan
dan pulihkan sampai aku sepenuhnya memiliki hatimu.
With Love
-niko-
PS:
Untukmu #DearYou yang aku yakini menjadi orang pertama yang membaca
tulisan ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar