Sangat sulit untuk di jelaskan
apa yang aku rasakan pada Jumat sore hari ke 20 di bulan ke 11 di tahun 2015, suatu
kejutan yang sama sekali tidak terpikirkan bahkan terbesit sedikitpun tidak. Satu
hal yang aku percaya bahwa Semesta mendukungmu kehadiranmu dalam hidup aku.
Inilah Keterkejutanku..
Hari jumat merupakan hari yang
paling di nantikan, hari dimana peralihan dari rutinitas kerjaan yang penat memasuki
saat santai dimana Kasur dan aktifitas bersama teman-teman dapat dilaksanakan,
namun tidak buatku. Jumat lalu sangat melelahkan, bahkan memikirkan liburpun
tidak dikarenakan deadline kerjaan, followup serta meeting mendadak menjadi
penyebabnya, bahkan memberikan sekedar kabar untuk KAMU aja aku tidak sempat,
padahal KAMU lagi sakit.
Ya, KAMU lagi sakit.. aku
mengetahuinya dari Kamis melalui rutinitas telp kita dan perubahan kejernihan
suaramu. Sehingga kamu memutukan untuk ke RS Siloam untuk berobat dan sekalian
mengantarkan mama kontrol kesehatan berkala, dan mengambil cuti sehari adalah
keputusan yang KAMU ambil untuk melalui hari Jumat.
Aku.. masih harus berkutat dengan
kerjaan dan meeting di hari Jumat, ditambah sebuah titipan kerjaan yang harus
aku lakukan pada sore harinya waktunya pun ketika jam kerja berakhir yaitu untuk
menjemput karyawan di bandara dan mengantarkannya ke Hotel untuk persiapan schedule
on board kerja. DAMN.
Tidak ada kecurigaan dalam
diriku, sama sekali tidak..
Semua berjalan seperti biasa,
tenggelam dalam keseriusan kerja membuat waktu menjadi tidak berasa. Pukul 17:15
ketika semua pekerjaan telah selesai, aku dihadapkan kepada ketidak pastian
dimana Karyawan yang harus aku jemput belum memberikan kabar dan membuatku
harus menunggu. Dari mana informasi kedatangan karyawan yang bernama RUSLAN aku
dapat?? Iya, hanya dari KAMU.
Setengah jam menunggu tanpa ada
kepastian, sempat membuat aku kesal hingga sebuah pesan elektronik masuk dalam
HP aku yang mengatakan:
“Jemput pak Ruslan skrg yah. Dia
nunggu di bandara, tadi pesawatnya delay.”
WHAT!!!! Udah di tungguin terus kasih
informasi mendadak mengatakan bahwa karyawan telah menunggu setengah jam. Kemana
aja kenapa baru informasiin.
“Baru dapat sinyal”… demikian
renyah KAMU mengatakan.
Aku meminta untuk disampaikan
bahwa aku akan datang dalam 20 menit untuk menjemput dan mengantarkannya ke hotel yang telah di persiapkan, dengan meminta nomer telp karyawan tersebut.
Sepanjang jalan hanya menyimpan
perasaan kesal, keterlambatan informasi tidak hanya merugikan karyawan, namun
juga merugikan waktuku yang telah full dikuras oleh kerjaan.
Setiba di parkiran bandara, aku
menghubungi KAMU masih dengan perasaan kesal untuk kembali memastikan
penginapan yang di tempati apakah sudah di persiapkan.
“Dia tunggu di deket dunkin donat….
Katanya dia nunggu di dekat panggung, ga ada kursi deket dunkin”. Demikian
penjelasan KAMU untuk meyakinkan aku.
Dan aku mempercayainya, tanpa
kecurigaan sama sekali. Dalam balutan kekesalan aku berjalan dari parkiran
motor hingga pintu terminal kedatangan dan menghampiri tempat yang di
informasikan.
Kemudian…
Aku Menekan nomer handphone yang di
berikan untuk mengkonfirmasi kedatangan aku untuk menjemput karyawan tersebut,
namun belum sempat tersambung aku melihat sosok yang sangat amat aku kenal.
Seorang wanita berkacamata dengan beberapa gerakan aneh serta tertawa melihat
kepadaku.
Itu KAMU……
Ya.... ITU KAMU...
Aku masih sangat jelas mengingat.. Itu KAMU..
Seketika itu pula aku tidak bisa
berkata apa-apa.
Orang yang selalu aku nantikan
untuk bertemu sekarang ada di hadapan aku.
Orang yang selalu aku dengar suaranya
tiap malam sekarang ada di hadapan aku
Orang yang selalu aku ucapkan
selamat tidur di tiap malamku ada di hadapan aku.
Orang yang selalu aku saksikan tertidur
pulas melalui video call sekarang ada di hadapan aku.
Orang yang mengatakan baru akan
ada kesempatan datang ketika akhir bulan sekarang ada di hadapan aku.
Orang yang kepadanya selalu aku
sampaikan jangan telat makan dan minum air putih sekarang ada di hadapan aku
Orang yang kepadanya selalu aku katakan
rindu sekarang ada di hadapan aku.
Orang yang kepadanya selalu aku
inginkan memberikan yang terbaik sekarang ada di hadapan aku.
Orang yang namanya selalu aku
bawa di dalam doaku beberapa bulan belakangan ini sekarang ada di hadapanku.
Aku terpaku dan bingung..
Semua perasaan campur aduk jadi
satu, dan akupun tidak bisa menjelaskannya sampai kalian mengalaminya sendiri.
Inginku langsung memeluknya dan memberikan
kecupan hangat, namun aku menahan untuk tidak menunjukkannya di tempat umum
sekalipun perasaan ini ingin menumpahkan seluruhnya saat itu juga.
Inilah keterkejutanku..
Kejutan yang tidak akan pernah aku
lupakan, dan menjadi kejutan terbesar yang pernah aku alami sampai saat ini.
Terima kasih Tuhan telah
menghadirkan KAMU untuk aku.
Terima kasih Semesta yang telah
mendukung KAMU untuk aku.
Terima kasih KAMU yang sudah mau menerima aku
apa adanya.
With Love
-Niko-