Tiada yang lebih tahu siapa dia..
Sosok tertutup menurut sebagian orang yang mengenalnya namun mampu bercerita panjang dan lebar tentang dirinya kepadaku
Tiada yang lebih tahu siapa dia..
Sosok yang dingin dan pemarah menurut sebagian orang yang mengenalnya namun tampak ramah dan ceria kepadaku.
Hanya dirinya yang tau siapa dia sebenarnya.
Dia tidak perduli terhadap apapun omongan orang tentangnya
Dia hanya berprinsip tidak akan pernah mau merepotkan orang lain, sekalipun akan mempersulit dirinya sendiri
Dia sosok yang kuat
Dia sosok yang pintar
Dia sosok yang mandiri
Dia sosok yang rendah hati
Dia sosok yang lucu
Dia sosok yang ramah
Dia sosok yang cuek
Dia sosok yang mudah untuk dikagumi jika telah benar-benar mengenalnya.
Baru sekedar itu aku mengenalnya
Namun...
Saat ini aku mulai mengaguminya.
Balikpapan, 18 Agustus 2014
-niko-
Senin, 18 Agustus 2014
Kamis, 07 Agustus 2014
Sebuah Makna Tanpa Suara
Ada hal menarik yang saya temukan Pagi ini,
Dalam perjalanan, Hujan rintik-rintik menemani saya menyusuri aspal hitam yang akan mengarahkan saya ke tempat saya bekerja. Rintik hujan membuat saya harus lebih waspada dalam berkendara untuk meminimalisir resiko kecelakaan atau saya tidak ngebut seperti biasanya. Di sebuah jalanan lurus yang sedikit menanjak sebelum Kantor Pajak, kira-kira 50 meter di depan saya melihat sebuah motor matic di kemudikan oleh seorang bapak dengan membonceng anaknya, sepertinya untuk pergi bersekolah karena saya dapat mengidentifikasikannya dari pakaian yang di kenakan si anak. Si bapak menggunakan helm sedangkan si anak tidak, hanya sebuah topi berwarna merah yag menutupi kepalanya.
Pada saat itu jalanan belum terlalu ramai, mungkin gerimis sedikit memperlambat masyarakat Balikpapan untuk berangkat ke Kantor sehingga saya yang penuh dengan kewaspadaan dalam menyetir cukup memperhatikan hal-hal di depan saya termaksud bapak dan anak ini.
Motor yang di pacu si Bapak tidak terlalu kencang, sekira 40 km/jam. Tiba-tiba topi sang anak mendadak terlepas dari kepala sang anak, mungkin dipengaruhi oleh angin dan topi tersebut dipasang longar oleh si anak. Tentu saja kejadian ini membuat si bapak dengan segera berhenti ketika sang anak menepuk2 bapaknya dari belakang yang menandakan ada sesuatu.
Topi tersebut jatuh tidak jauh dri motor yang mendadak di hentikan oleh sang ayah, hanya saja gerimis hujan membuat semuanya menjadi lebih drama.
Disinilah hal menariknya..
Ketika motor di hentikan dan di standard oleh si bapak, dengan helm masih menempel di kepala si bapak berlari kecil menuju topi itu, si anak yang ikut turun dari motor hanya memperhatikan dari sisi motor.
Si bapak berlari kecil dengan senyum ke arah topi tersebut, dan ketika topi tersebut di dapatkannya beliau menunjukkannya kepada anaknya. Seketika itu juga sang anak tersenyum, kemudian drama berlanjut. Si ayah kembali dengan berlari kecil menuju si anak, dan Si anak menirukan cara berlari kecil si bapak di sisi motor sambil tersenyum ceria. Mereka berdua tersenyum, dapat saya pastikan itu senyum ceria dan bahagia pagi itu meskipun menurut saya itu musibah.
Bisa saja si bapak marah, memukul anaknya, menunjukkan muka bete dan kesal ketika mengambil topi yang terjatuh itu, bahkan di bawah gerimis di tepi jalan besar. Namun tidak di sangka Senyum bahagialah yang terpancar dari keduanya, lari-lari kecil sang ayah dan di tiru oleh si anak dengan senyum yang bertemu dilengkapi dengan pancaran mata bahagia, saya dapat membaca itu semua.
Sederhana…
Moment yang terjadi cukup cepat tersebut dapat tertangkap jelas oleh mata saya. Tanpa ada kata-kata, hanya gestur tubuh dan senyum, dapat berbicara banyak kepada saya pagi itu.
Saya kemudian tersenyum.. Terima kasih untuk moment itu.
Balikpapan, 07 Agustus 2014
-Niko-
Selasa, 05 Agustus 2014
Langkah Pertama
2:53 PM, penunjuk waktu di layar komputer kantor yang berukuran tidak lebih dari luas lapangan bola. disinilah akan aku mulai dengan apa yang namanya " Langkah Pertama"
Pernah menempuh perjalanan dari Italia ke Paris menggunakan kendaraan pribadi? kalau anda menjawab belum berarti kita sama. okeh, lupakan rangkaian kata di awal sekarang waktunya serius. Ini bukan soal cinta melainkan awal.
Cukup sulit untuk kembali menulis di blog ini dan inilah langkah pertama saya untuk kembali mengaktifkan kolam pemikiran dan perasaan saya ini yang telah lama berlumut untuk kembali saya beri obat agar menjadi bersih dan bisa di pergunakan kembali. Untuk menulis rangkaian kata-kata yang anda baca ini saja sulit, apalagi merangkainya menjadi sebuah paragraf yang enak di baca di pandang di endus dan di terawang.
Doakan saya untuk selalu mendapat ilham dalam menulis dari langkah pertama ini sehingga saya dapat terus melangkah dan pada akhirnya berlari dan naik pesawat jet
Balikpapan, 05 Agustus 2014
-Niko-
Pernah menempuh perjalanan dari Italia ke Paris menggunakan kendaraan pribadi? kalau anda menjawab belum berarti kita sama. okeh, lupakan rangkaian kata di awal sekarang waktunya serius. Ini bukan soal cinta melainkan awal.
Cukup sulit untuk kembali menulis di blog ini dan inilah langkah pertama saya untuk kembali mengaktifkan kolam pemikiran dan perasaan saya ini yang telah lama berlumut untuk kembali saya beri obat agar menjadi bersih dan bisa di pergunakan kembali. Untuk menulis rangkaian kata-kata yang anda baca ini saja sulit, apalagi merangkainya menjadi sebuah paragraf yang enak di baca di pandang di endus dan di terawang.
Doakan saya untuk selalu mendapat ilham dalam menulis dari langkah pertama ini sehingga saya dapat terus melangkah dan pada akhirnya berlari dan naik pesawat jet
Balikpapan, 05 Agustus 2014
-Niko-
Langganan:
Komentar (Atom)