Sepertinya sangat sulit menemukan kejujuran di saat seperti ini, dimana sebuah kebohongan menjadi hobi dan sumber penghasilan. Namun hari ini, saya menemukan sebuah kejujuran yang sederhana, namun bermakna.
Kejadian ini dialami oleh teman saya, sebut saja namanya Chandrong (bukan) nama sebenarnya. Tadi sore, saya dan teman2 yang tergabung dalam perserikatan Jomblo Soleh mengadakan makan sore bersama di Warung Siomay dan Batagor Kang Cepot di wilayah Kaliurang yang tidak terkena dampak gas beracun dari gunung Dieng (itu jauh banget). Kebetulan beberapa teman saya adalah perokok, jadi sudah pasti rokok adalah pendamping yang setia dalam sebuah ritual makan, namun ketika tiba di warung tersebut stock tembakau habis dan otomatis harus membelinya disekitar warung batagor yang cukup terkenal tersebut, kami pun memesan makanan kami, dan si Chandrong pergi membeli rokok.
Sehabis membeli rokok, temen kami yang mengendarai motor kharisma tersebut ikut bergabung dengan kami dan makan dengan lahapnya. Emang ga salah kami pilih tempat, Batagornya AJiibbbbb, dan keAjibban itu juga harus dibayar dengan harga yang sepadan *baca Mahal. Ketika makan selesai Si Chandrong mulai mencari "teman sejatinya" tersebut, namun tidak menemukan rokok yang dibelinya tadi, setelah diingat2 kembali dia yakin bahwa ketika membayar rokok tadi di warung, dia lupa mengambil rokoknya, justru langsung pergi aja meninggalkan warung (maklum, temen2 saya kalangan horizontal kesamping). Kami pun berpikir dan berharap, rokok tersebut beneran ketinggalan dan tidak di ambil oleh pihak lain. H2C pun muncul dalam diri Chandrong (backsound horor) dan ia memutuskan kembali ke sebuah warung yang berukuran kecil dan di jaga oleh seorang ibu yang sudah cukup berumur tersebut.
Tau ga, apa yang temanku temukan disana, lihatlah ini..
Memang terlihat sepele, hanya sebungkus rokok dengan secarik kertas didalamnya dengan balutan plastik pembungkus. namun perhatikan tulisan di atas kertas itu terdapat tanggal dan waktu perisitiwa, dan sebuah pesan, pesan yang menunjukkan suatu "Kejujuran yang Sederhana".
Kejujuran ini muncul di suatu tempat yang sangat sederhana, sebuah warung yang tidak sebesar ukuran kamar kost kami, dari seorang ibu tua sederhana yang usianya jauh diatas kami. Dan kami bertanya, hanya di tempat seperti inikah kejujuran ada!?! Ibu tersebut bisa saja pura2 tidak tahu jika rokok itu tertinggal, ibu itu bisa saja menggembalikan dan meminta tambahan biaya, namun hal itu tidak dilakukannya. Dengan senyum ia mengembalikan rokok tersebut, bahkan di bungkus rapi dengan pesan yang bisa menjadi bukti dari sebuah transaksi yang pernah terjadi disertai harapan orang yang membeli itu kembali dan mengambil barang yang telah menjadi Haknya.
Entah siapa nama ibu itu, yang jelas apa yang dilakukannya lebih berharga dan bernilai dari apa yang dilakukan orang-orang diluar sana yang hanya mementingkan kepentingan pribadi dan menggunakan Kebohongan untuk menggapai mimpi mereka. Terima kasih Ibu, ketahuilah Kejujuranmu Tidak Sederhana untuk kami.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar