Selasa, 21 Juni 2011

Kesepian

Kesepian itu datangnya tak terduga, bahkan seperti jelangkung yang ngak dijemput datengnya and ngak dianter pulangnya
Kesepian itu tidak mengenal waktu, entah pada saat km lagi boker, lagi dengerin lagu, ato lagi ujian skripsi sekalipun.
Kesepian itu judul lagu dari Dygta *ini ga penting
Kesepian bisa membawa kita untuk merenung atas semua yang pernah kita lakukan dan akan kita lakukan
Kesepian bisa menghadirkan Galau yang kadar dan intensitasnya tidak bisa diterka.
Kesepian membuat kita sadar bahwa kita adalah makhluk sosial.
Kesepian kadang membuatmu mengambil sebuah keputusan yang buruk
Kesepian juga dapat mengarahkanmu ke dunia gelap
Kesepian bukan disebabkan karena sebuah status Jomblo, seorang suami istri sekalipun juga dapat merasakannya
Kesepian akan hilang jika kamu terbuka dan mengatakannya kepada sekitarmu
Kesepian akan hilang jika kamu menyadari bahwa Dunia ini Indah,
Kesepian akan hilang jika kamu fokus pada tujuan hidupmu.

Enyahkan Kesepianmu.. Hadirkan Keceriaan.. dan bagilah Keceriaanmu dengan orang terdekatmu dan yang ada di sekitarmu. =)

Jumat, 10 Juni 2011

"Kejujuran yang Sederhana"

Sepertinya sangat sulit menemukan kejujuran di saat seperti ini, dimana sebuah kebohongan menjadi hobi dan sumber penghasilan. Namun hari ini, saya menemukan sebuah kejujuran yang sederhana, namun bermakna.
Kejadian ini dialami oleh teman saya, sebut saja namanya Chandrong (bukan) nama sebenarnya. Tadi sore, saya dan teman2 yang tergabung dalam perserikatan Jomblo Soleh mengadakan makan sore bersama di Warung Siomay dan Batagor Kang Cepot di wilayah Kaliurang yang tidak terkena dampak gas beracun dari gunung Dieng (itu jauh banget). Kebetulan beberapa teman saya adalah perokok, jadi sudah pasti rokok adalah pendamping yang setia dalam sebuah ritual makan, namun ketika tiba di warung tersebut stock tembakau habis dan otomatis harus membelinya disekitar warung batagor yang cukup terkenal tersebut, kami pun memesan makanan kami, dan si Chandrong pergi membeli rokok.
Sehabis membeli rokok, temen kami yang mengendarai motor kharisma tersebut ikut bergabung dengan kami dan makan dengan lahapnya. Emang ga salah kami pilih tempat, Batagornya AJiibbbbb, dan keAjibban itu juga harus dibayar dengan harga yang sepadan *baca Mahal. Ketika makan selesai Si Chandrong mulai mencari "teman sejatinya" tersebut, namun tidak menemukan rokok yang dibelinya tadi, setelah diingat2 kembali dia yakin bahwa ketika membayar rokok tadi di warung, dia lupa mengambil rokoknya, justru langsung pergi aja meninggalkan warung (maklum, temen2 saya kalangan horizontal kesamping). Kami pun berpikir dan berharap, rokok tersebut beneran ketinggalan dan tidak di ambil oleh pihak lain. H2C pun muncul dalam diri Chandrong (backsound horor) dan ia memutuskan kembali ke sebuah warung yang berukuran kecil dan di jaga oleh seorang ibu yang sudah cukup berumur tersebut.
Tau ga, apa yang temanku temukan disana, lihatlah ini..


Memang terlihat sepele, hanya sebungkus rokok dengan secarik kertas didalamnya dengan balutan plastik pembungkus. namun perhatikan tulisan di atas kertas itu terdapat tanggal dan waktu perisitiwa, dan sebuah pesan, pesan yang menunjukkan suatu "Kejujuran yang Sederhana". 
Kejujuran ini muncul di suatu tempat yang sangat sederhana, sebuah warung yang tidak sebesar ukuran kamar kost kami, dari seorang ibu tua sederhana yang usianya jauh diatas kami. Dan kami bertanya, hanya di tempat seperti inikah kejujuran ada!?! Ibu tersebut bisa saja pura2 tidak tahu jika rokok itu tertinggal, ibu itu bisa saja menggembalikan dan meminta tambahan biaya, namun hal itu tidak dilakukannya. Dengan senyum ia mengembalikan rokok tersebut, bahkan di bungkus rapi dengan pesan yang bisa menjadi bukti dari sebuah transaksi yang pernah terjadi disertai harapan orang yang membeli itu kembali dan mengambil barang yang telah menjadi Haknya.
Entah siapa nama ibu itu, yang jelas apa yang dilakukannya lebih berharga dan bernilai dari apa yang dilakukan orang-orang diluar sana yang hanya mementingkan kepentingan pribadi dan menggunakan Kebohongan untuk menggapai mimpi mereka. Terima kasih Ibu, ketahuilah Kejujuranmu Tidak Sederhana untuk kami.

Minggu, 05 Juni 2011

Fuckin Crazy Trip Jogja - Salatiga

Suatu malam yang dingin didalam ruangan berukuran 3x4 yang berisikan beberapa kaum adam memunculkan ide untuk mengisi waktu liburan kuliah dengan berlibur. kondisi keuangan pada saat ide tercetus sangat tidak memungkinkan, jadi kami yang terdiri dari Ade Feat Papahnya sebagai Provokator, kemudian disusul 3 sodara kembar dempet lengket Arfan, Chandra dan Ezra, dan tentu saja 2 pria yang gantengnya Mutlak yakni Banga dan Saya (tebak sendiri nama saya, sms dan kirim ke no 0857XXXXXXX) mengambil keputusan kota SALATIGA menjadi tujuannya, dengan Objek wisata Muncul sebagai prioritas kunjungan. 
Pagi itu, dikala mentari mulai menunjukkan keperkasaannya, tidak ada seorangpun yang menunjukkan batang hidungnya, kesepakatan berkumpul di Kost dan berangkat jam 09.00 pagi hanyalah ilusi. hanya seorang Ade Mahendra Putra dan Banga yang telah terbangun pagi itu dan karena mereka memang anak kost situ, saya dan Chandra yang juga penunggu kost tersebut masih memeluk guling dan menjamah mimpi. Perlahan tapi pasti satu per satu kelompok bermain ini mulai berkumpul, dan dari wajah mereka terlihat kalau mereka benar2 baru BANGUN tidur, tanpa terkecuali. dan perjalanan pun dimulai pukul 10.30 dengan 7 orang personil dan 4 buah Motor.
Dalam hitungan kasar, perjalanan dapat kami tempuh kira-kira 2 setengah jam. tetapi dilapangan dapat tiba2 berubah. Untuk mencapai Salatiga dapat melalui 2 jalur, yakni melalui Magelang atau Boyolali, akhirnya kami memutuskan memilih jalur Boyolali karenai lebih paham melalui jalur tersebut. Kami melewati kota Klaten, kemudian berbelok melewati daerah Jatinom yang jalannya berbatu dan rusak parah, kemudian Boyolali. Kami berangkat tepat pada hari Jumat dan sebagai umat yang beriman bertakwa dan bersahaja tentu saja beberapa teman kami yang beragama Muslim haurus melaksanakan sholat jumat, jadi kami memutuskan untuk berhenti sekaligus beristirahat sesaat dan mengisi perut di daerah Boyolali, di sebelah masjid yang cukup besar disana. Hampir 1 jam kami berisitriahat, Sholat, dan mengisi perut disana, dan kemudian kami melanjutkan perjalanan kami ke kota yang tidak pernah mendapatkan nilai sepuluh (apasihhh, garing Nikoo)
Kira-kira jam setengah  2 siang setelah bertempur dengan kendaraan2 pribadi maupun angkutan barang dan kontainer akhirnya kami  memasuki wilaya kota Salatiga, karena letaknya yang berada di kaki gunung udara di kota ini cukup sejuk, namun karena perjalanan kami jauh dan kami berangkat tepat disaat panas mentari sangat teriknya, sehingga kesejukkan itu cepat berlalu, namun yang ada dipikiran kami saat itu adalah Objek Wisata Kolam Renang Muncul, sehingga teriknya si pemberi chaya pada bulan tersebut dapat kami abaikan.
Oia, kami teringat "pernah" memiliki teman yang asli anak salatiga, namun pernah berkuliah di Jogja, namun karena tidak betah dan tidak mampu bertempur di kerasnya Jogja, sehingga dia mengambil keputusan kembali ke kota kelahirannya dan melanjutkan kuliagnya di UKSW yang merupakan Universitas Terkemuka di Salatiga bahkan Indonesia. perkenalkan (*jeng jeng backsound horor) dia adalah BENDOT *ga keren amat panggilannya,msh bagus nama saya. Kami menghubunginya dan mengajaknya untuk ikut dan menemani kami, sekaligus ajang reuni tidak akbar. setelah berjanjian kami pun menemuinya didepan kampus dan kemudian berangkat bersama ke arah Kolam Renang A.k.a Pemandian Muncul
Tempat yang kami tuju tersebut merupakan Pemandian alam, dengan air yang selalu bersih berasal dari mata air di dasar kolam renang. Letaknya sekitar 8 km dari Salatiga, bahkan mata air tersebut juga digunakan sebagai salah satu produk minuman air mineral kemasan, jadi jika berenang disana dan tertelan airnya, jangan khawatir itu adalah air minum murni dari gunung tetapi dengan tambahan rasa badan dari ratusan orang, hehe.
inilah beberapa gambaran dari tempat tersebut dan personil yang berangkat ke sana.










Kolam Pemandiannya bersih banget, liat aja airnya jernih gitu. kolam ini dibagi menjadi beberapa bagian, ada yang khusus anak kecil, kolam menengah, dan kolam utama. Kolam utama pun terbagi menjadi 2 dimana yang berwarna  biru memiliki kedalaman 1-1,6 meter, kemudian yang berwarna hitam dengan dasar kehijauan  memiliki kedalaman lebih dari 2 meter. Air yang bersumber langsung dari gunung tersebut terus mengalir dan keluar dari dasar kolam, sehingga tidak perlu diadakan pengurasan terhadap kolam ini. Karena berasal dari gunung, jangan anda samakan dengan kolam renang dan pemandian yang berada di kota-kota besar yang menggunakan kaporit, disini setelah anada berenang ridak perlu mandi pun anda sudah sangat bersih dan patut anda ketahui airnya DINGIN banget, bisa aku katakan dingin banget, so tidak heran kalau banyak yang menyerah dengan cengkraman dari sang Air di kolam ini.

Tidak puas rasanya jika berkunjung ke suatu kota tanpa mencoba wisata kulinernya, begitupun kedatangan kami di salatiga. Setelah berenang cukup lama kurang lebih 2 jam, tentu saja perut kami mulai memberontak untuk segera mendapatkan makanan, dan tepat di sebrang jalan didepan  kolam pemandian ini terdapat tempat kuliner yang sudah cukup tersohor, yakni Pecel Keong Mbak Toen. Demikian namanya. Warung yang  cukup besar tersebut menyediakan berbagai macam masakah yang cukup khas dan menarik, terlebih bagi mereka yang kelaparan pasca berenang. inilah Warung tersebut dan Sajiannya yang kami pesan.





Bagaimana!?! terlihat enak kan!? dan memang enak, kami menyantapnya  sangat lahap, dan yang perlu digaris bawahi kami makan BANYAK =)
Waktu telah menunjukkan pukul 5 sore dan malam telah menjelang, setelah perut terisi penuh kami pun memutuskan untuk kembali ke Jogjakarta, dan jalur pulang kami berbeda dengan jalur pergi, kami melalui Kopeng - Magelang yang pada malam hari sangat mengerikan dan mencekam karena sangat sepi, gelap, dingin dan dipenuhi banyak pohon besar. Saran buat pembaca, hendaknya jika melalui jalur ini disarankan pada pagi atau siang hari saja, demi kenyamanan anda. Trip yang menyenangkan, walau hanya sesaat. Thanx my Friend and persiapkan diri untuk Trip selanjutnya yang lebih Gila.