Masih
terasa penyeselan yang ada dalam benakku ketika mengingat moment kemarin,
ketika aku kurang dari semenit mengabaikanmu begitu saja sehingga kamu harus
kehilangan salah satu barang yang sudah jadi bagian penting kehidupanmu, yang kamu
beli dengan jerih lelah.
Tidak
biasanya aku meninggalkanmu di belakang aku ketika kita berjalan ataupun
menaiki kendaraan umum, namun entah mengapa kemarin itu terabaikan olehku hal
ini dan berakibat fatal.
Antara
Pasar Senen dan Halte Busway, itulah tempatnya..
Biasanya
aku selalu berada di belakang kamu untuk memerhatikan dan memastikan kamu
selalu ada dalam jarak pantauku yang membuat aku dapat bertindak cepat jika ada
hal yang akan membuatmu terluka atau menyakitimu. Bahkan aku lebih nyaman
berada di sisi kamu, merangkulmu dengan lengan aku yang kurang kokoh ini yang
hanya terdiri dari tulang dan daging empuk yang kurang berisi, setidaknya it
can make you safe, and aku berasa sangat dekat.
Masih
aku sesali waktu kurang dari semenit itu, yang akhirnya mampu merubah mood kita
seharian ketika akan berencana bermain di Dufan.
Harusnya
aku bisa lebih tegar dan menguatkan kamu karena kamu harus kehilangan benda itu,
namun nyatanya aku yang terlihat paling terpukul. Kamu yang selalu menguatkan
aku dengan berkata “Gpp”. Namun tidak bisa aku terima karena hal itu terjadi
ketika kamu bersama aku.
Namun,
semuanya telah terjadi dan tidak dapat di sesali. Sehingga ini hanya akan jadi
pelajaran buat aku kedepannya, untuk lebih waspada dan peduli dengan orang yang
paling aku sayang.
Selalu
ada kelengahan, namun bagaimana kita bersikap untuk menghindari kelengahan yang
lebih buruk terjadi itu yang penting.
Everything
will be ok, and akan ada berkat lain yang Tuhan sediakan di depan sana.
Maapkan
atas kelengahanku..
With Love,
-Niko-