Senin, 04 April 2016

Kelengahanku



Masih terasa penyeselan yang ada dalam benakku ketika mengingat moment kemarin, ketika aku kurang dari semenit mengabaikanmu begitu saja sehingga kamu harus kehilangan salah satu barang yang sudah jadi bagian penting kehidupanmu, yang kamu beli dengan jerih lelah.

Tidak biasanya aku meninggalkanmu di belakang aku ketika kita berjalan ataupun menaiki kendaraan umum, namun entah mengapa kemarin itu terabaikan olehku hal ini dan berakibat fatal.

Antara Pasar Senen dan Halte Busway, itulah tempatnya..

Biasanya aku selalu berada di belakang kamu untuk memerhatikan dan memastikan kamu selalu ada dalam jarak pantauku yang membuat aku dapat bertindak cepat jika ada hal yang akan membuatmu terluka atau menyakitimu. Bahkan aku lebih nyaman berada di sisi kamu, merangkulmu dengan lengan aku yang kurang kokoh ini yang hanya terdiri dari tulang dan daging empuk yang kurang berisi, setidaknya it can make you safe, and aku berasa sangat dekat.

Masih aku sesali waktu kurang dari semenit itu, yang akhirnya mampu merubah mood kita seharian ketika akan berencana bermain di Dufan.

Harusnya aku bisa lebih tegar dan menguatkan kamu karena kamu harus kehilangan benda itu, namun nyatanya aku yang terlihat paling terpukul. Kamu yang selalu menguatkan aku dengan berkata “Gpp”. Namun tidak bisa aku terima karena hal itu terjadi ketika kamu bersama aku.

Namun, semuanya telah terjadi dan tidak dapat di sesali. Sehingga ini hanya akan jadi pelajaran buat aku kedepannya, untuk lebih waspada dan peduli dengan orang yang paling aku sayang.

Selalu ada kelengahan, namun bagaimana kita bersikap untuk menghindari kelengahan yang lebih buruk terjadi itu yang penting.

Everything will be ok, and akan ada berkat lain yang Tuhan sediakan di depan sana.

Maapkan atas kelengahanku..

With Love,
-Niko-