Rabu, 08 Oktober 2014

Menolak Seragam untuk Pembantu

Entah mengapa, cukup sedih melihat pembantu rumah tangga atau beby sitter ketika keluar rumah atau ke area publik di haruskan majikkannya menggunakan pakaian yg menunjukkan bahwa dia "pembantu". Why? Petualangan ke Jakarta kemarin yang membuat aku kembali memikirkan hal ini.

Saya memang bukan berada di keluarga yang berada, jangankan pembantu, makan saja kudu melalui perjuangan, mungkin ini yang membuat saya sedikit lebih sensitif jika ada orang terlebih yang berkecukupan memperlakukan orang lain yang keadaan ekonominya berada di bawah dengan tidak sepantasnya. Tidak sepantasnya disini tentu masih dalam taraf manusiawi.

Seperti halnya perlakuan terhadap pembantu, dalam hal ini saya lebih concern kepada bagaimana seorang majikkan memperlakukan pembantu dengan membedakan cara berpakaiiannya.

Mungkin sebagian orang menilai tidak ada yang salah jika pembantu di berikan seragam pembantu, bukankah itu masih menggunaklan pakaian?? dan bukannya majikan sudah cukup baik dengan memberikan baju, dan yang terpenting tentu saja di gaji dengan pantas?? Bagaimana jika pembantu tersebut justru nyaman dengan pakaian seragam identitas itu??

Ya, terserah setiap orang mau ngomong apa, namun saya tetap tidak setuju.

Mengapa sebagai majikkan tidak memberikan pakaian sama dengan yang di gunakan sebagian orang,atau pakaian keseharian dan bukan seragam?? apakah karena harganya mahal?? atau justru pakaian identitas harganya lebih mahal??

Pernah di tanyakan kepada pembantu kalian, apakah mereka ingin menggunakan baju yang lebih universal?? Tanyakan juga apakah mereka nyaman dengan baju seragam itu??

Sepengelihatan dan sepengetahuan saya, keluarga yang menggunakan jasa pembantu biasanya mereka yang super amat sibuk sehingga sedikit memiliki waktu untuk anak mereka, dan pembantu inilah yang menghabiskan banyak waktunya dengan si anak, sehingga kedekatan emosional si anak dengan pembantunya lebih besar dari pada dengan orang tuanya sendiri.

Kembali ke persoalan pakaian seragam tadi, Mohon saran saya di implementasikan. Jujur, saya tidak respect ketika sebuah keluarga membedakan cara berpakaian dengan pembantunya di tempat umum. dari cara berpakaian saja sudah membeda-bedakan bagaimana dalam perlakuan yang lain.

Come on, apakah malu jika jalan bersama pembantu yang ikut berjasa membesarkan anak anda jika dia menggunakan pakaian yang universal?? Justru harusnya bangga, dan tunjukkan bahwa dia BUKAN PEMBANTU namun bagian dari KELUARGA anda.

Tunjukan itu.

Balikpapan, 08 October 2014
-niko-