Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam
rindu...
Masih seperti dulu, tiap sudut menyapaku
bersahabat... penuh selaksa makna.
Petikan lagu
berjudul yogyakarta yang dipopulerkan oleh Kla Project ini mungkin menjadi lagu
terakhir yg aku dengarkan sebelum aku pulang ke kampung halaman di Kota minyak
Balikpapan, lagu yang mengalun keras di salah satu kamar kost yang berukuran
tidak lebih dari 3,5 X 3,5 meter. Sebuah kost yang saya dan teman-teman
menyebutnya dengan nama Kost Putih. Cukup mudah menganalisis mengapa kami
menamai kostan kami seperti itu, karena dengan jelas dari luar, kost yang
berdiri 2 tingkat dan kurang lebih memiliki 20 kamar tersebut keseluruhannya
berwarna putih, hanya pintu gerbang yang berwarna coklat. Bangunan berkesan
retro dan dengan cita rasa eropa ini memang cukup berbeda di banding dengan
beberapa bangunan di sekitarnya, sehingga teman baru atau masyarakat sekitar
cukup mudah mengenali kostan ini. Disanalah suka duka terhampar selama kurang lebih
5 tahun saya menuntut ilmu di Jogja
5 tahun bukan
waktu yang singkat untuk dilalui, anjing pitbull yg usia 5 tahun dapat
menghabiskan seluruh daging di pangkal pahamu, apa lagi manusia yg punya otak
dan perasaan. *mulai lebay dan sedikit memaksa*.
Masih keingat
jelas awal aku ngekost disana di kamar yang sama dengan teman sepergantengan
saya yg bernama Hendrik Banga aKa Afgan, demikian doi biasa dipanggil, kami
sekamar berdua dan tidak melakukan kegiatan yg melanggar norma agama dan
kesusilaan. Beberapa bulan kemudian akhirnya saya membuka kamar sendiri sampai
akhirnya lulus kuliah dan diteruskan oleh teman sepertampanan saya yang
dikenalkan oleh afgan, Chandra Miguna Rahayu, tapi doi senang di panggil
Chandrong (om tante orang tua chandrong, maapkan kami yg dengan seenaknya
mempermainkan nama yang telah om tante berikan, salahkan Ade Mahendra Putra
yang mengajarkan kami untuk merubah nama setiap orang).
Pasti pada
bertanya, siapakah sosok yang muncul tiba-tiba di atas yang bernama Ade
Mahendra Putra, hmm sesungguhnya sulit menjelaskan siapa dia, di bilang manusia
bukan, binatang bukan, tumbuhan mungkin, bahkan Michael Bay and JK rowling pun
ga bakal bisa menjelaskan sosok ini dengan kata-kata dan gambar, tp intinya dia
sosok salah satu pengisi kamar yang memiliki televisi terbaik diantara kamar
Banga dan kamarku. Dan kami bertiga merupakan sesepuh dan biang kerok kegaduhan
di lantai 2 kost ini, dari pagi hingga pagi lagi, dari kuliah sampe kuliah
lagi, dari jomblo sampe jomblo lagi. Dan dari 3 kamar utama tersebut melahirkan
embrio komunitas yang di beri nama KPC (Komunitas Penyanyi Cilik) eh bukan (Kinara Puri Community) yang merupakan
persetubuhan halal antara spesies anak kompleks dengan spesies anak kere hore
yang ngekost. Hampir semua kegiatan selama 5 tahun itu terjadi disana. Mungkin
untuk lebih jelasnya mengenai tumbuh dan berkembangnya komunitas kami dan
kostan ini akan saya tuliskan nanti.
*menarik nafas*
9 Desember 2011, selepas sholat jumat merupakan saat yang
paling aku benci tetapi harus aku lakukan, meninggalkan Jogjakarta beserta isi
dan kenangannya untuk jangka waktu yang tidak dapat aku perkirakan. FVCK!!!!!
Aku harus menghadapi 2 ketakutan utama yang paling aku takuti secara
berasamaan, Kehilangan dan Perpisahan.
Entah mengapa Jogjakarta
beberapa hari sebelum aku pulang sangat bersahabat dan memanjakan aku, dan aku
rasa Jogja sangat Mencintai aku sebagaimana Aku Mencintainya. Diawali dengan
pertemuan tidak terduga dengan seorang wanita yang sangat keniko-nikoan,
kemudian menjumpai wanita-wanita yang sangat sulit aku temukan di Balikpapan
baik dari segi Iner beauty maupun Kecantikan alaminya. Kemudian beberapa hari
terakhir cuaca sangat panas, dan dibalik cuaca itu Jogja menunjukkan keindahan
Merapi dengan sangat spektakuler yang dapat dilihat dengan mata telanjang dari
kejauhan. Malam hari sebelumnya pun Hujan turun dengan deras, kemudian sore
harinya angin bertiup kencang, dan aku ingat malam sebelum aku pergi bulan
terlihat penuh di langit Jogja, betapa Jogja sangat Luar biasa menjelang
keberangkatanku, bukan maksud ingin sok keGRan, tapi seperti itu kenyataannya.
Malam terakhir di
Kota yang sangat istimewa ini aku habiskan dengan teman-teman dekat, mulai dari
main Kartu, Red Alert, karokean hingga nongkrong di Kopi Joss. Hampir semua
teman terbaikku ada, aku seakan ga mau melepas malam itu tanpa mereka. Bahkan
ada yang harus kerja keesokkan harinya tapi tetap nongkrong sampe tengah malam.
Bahkan ada yang mau ujian skripsi minggu depan tetap ikut, bahkan yang ga ada
kuliah keesokkan harinya pun ikut *yg terakhir abaikan*
Saat itu pun
datang juga, semua barang telah aku packing. satu koper, satu kerdus dan satu
tas ransel menjadi gandengan aku menuju bandara, selain Ezra alias Capung yang
menjadi partner pulang ke balikpapan dengan urusan yang berbeda. Siang
itu terasa berbeda, hampir semua KPC crew yang tersisa di jogja beserta
personil baru dan wanita baru hadir. Mereka semua hanya punya satu tujuan,
mengantarkan kepergianku. How can mengantar aku sampe bias ngumpul semua gitu,
kalo bukan karena kita Keluarga dan Mereka Menyayangi aku tulus.
Sampai di bandara kami membuat sedikit kegaduhan, maklum KPC
memiliki frekuensi suara yang dapat di dengar kelelawar sekalipun alias mulut
ga disekolahin, kemudian foto-foto bareng ga jelas. Keriuhan yang berlangsung
hanya sesaat sampai akhirnya waktu untuk memasuki ruang tunggu tiba. Ini moment
yang tidak pernah terjadi dalam hidupku, Menangis di depan orang banyak dan
ditempat umum, padahal sebelumnya aku sudah berjanji ga bakalan nangis, tapi
aku melanggar janjiku karena 1 hal. Aku mencintai teman-temanku melebihi aku
mencintai diriku sendiri dan orang tuaku, karena merekalah aku bisa bertahan
hidup, menyelesaikan kuliah,dan berbagi kebahagiaan serta tangis *kemudian
berkaca2*.
Satu persatu aku peluk, dengan air mata yang terus mengalir. Dengan 2 pesan yang bakalan aku ingat. SUKSES
DISANA dan JANGAN LUPAIN MEREKA. Aku pun melangkah meninggalkan mereka dan
menuju ruang tunggu. Keheningan seketika menyergap langkahku hingga duduk
bersandar di ruang tunggu, hanya kalimat ini yang terngiang dalam hening itu
“AKU MENCINTAI JOGJA DAN KALIAN”.
*backsound
Polo Pakita dan Parcuma*