Senin, 26 September 2011

Titian Keputusan

Telah lebih dari 5 bulan aku melaluinya, sejak April 2011 hingga aku menulis ini, masa dimana aku mengganggapnya masa paling membingungkan. mengapa!?! Karena selama itu pula aku tidak melakukan hal-hal yang produktif, menyia-nyiakan waktu dan hanya berfikir mengenai masa depan tanpa adanya realisasi pasca menyelesaikan pendidikan di bangku universitas.

Berbagai alasan aku utarakan kepada mereka yang selalu bertanya mengenai apa yang aku lakukan pasca wisuda. mulai dari alasan pengen main-main dan menikmati hidup, hingga belum menemukan kerjaan yang cocok. alasan yang menurut aku bullshitt!! Aku yang bulshiit, bukan alasan itu, akulah si pembuat alasan.

Pertanyaan yang paling menggangu buat siapapun yang telah menyelesaikan kuliah, adalah kerja dimana. Jujur, sebagai pribadi terutama lelaki yang notabene adalah calon kepala keluarga, pekerjaan adalah hal yang wajib dimiliki untuk menunjang hari depan yang selalu penuh harapan, bahkan jadi salah satu syarat yang wajib untuk dapat meminang gadis pujaan hati. jawabanku untuk pertanyaan itu adalah "Kerjaanku cari kerja". Stupid answer right!?!? 5 bulan itu terasa begitu cepat jika kau hanya menggunakannya untuk bersenang-senang, namun waktu itu terasa lama jika kau gunakan untuk berfikir dan instropeksi diri.

Saat ini aku sangat tidak bangga dengan status pengangguran yang melekat padaku, dengan gelar sarjana yang menyertai namaku, sungguh sesuatu yang sangat memalukan. Buat sebagian besar orang mungkin mengatakan "baru" 5 bulan koq mengeluh, aku bahkan lebih lama dari itu, dengan nada bangga mereka mengatakannya. Baiklah, itu mungkin pendapat mereka, tetapi tidak denganku.

Aku seorang mahasiswa yang merantau dari Kota nan jauh di dataran kalimantan, kota Balikpapan tepatnya untuk melanjutkan pendidikanku di kota gudeg Yogyakarta. Aku berasal dari keluarga yang bisa dikatakan pas-pasan, bahkan untuk membiayai kuliah orang tuaku perlu sedikit mencekik leher dan memeras keringat, belum untuk biaya hidup keluargaku dan kehidupanku sehari-hari di perantauan. Dapat dibayangkan, sebagai anak yang sadar diri di usia yang sudah beranjak dewasa ini pasca lulus kuliah untuk meminta uang bulanan bukan suatu yang wajar lagi, disamping keadaan ekonomi itu, perasan malu itu semakin besar. Dari mana aku mencukupi kebutuhanku sehari-hari!?! Mengharap belas kasian teman, dan membunuh rasa malu terhadap orang tua. itulah yang aku lakukan selama 5 bulan ini. Terus ijazah yang aku peroleh aku gunakan untuk apa!?! pajangan!?! atau hanya hiasan pelengkap surat-surat kehidupan!?! Aku butuh kerja, aku butuh sesuatu untuk membeli makan dan kebutuhan lainnya, uang hanya akan diperoleh jika aku bekerja.

Sudah cukup lama aku berdiam diri dalam kebiasaan yang hanya akan membunuh waktuku dan masa mudaku. aku harus mengorbankan satu dan dua hal untuk memperoleh sesuatu yang lebih. Aku sudah memutuskannya, bulan depan aku akan kembali ke kampung halamanku, mencari pekerjaan disana.

Jujur, Berat. aku meninggalkan teman-temanku yang telah aku anggap sebagai keluarga dan saudara-saudaraku sendiri, serta suasana Jogjakarta yang telah tertanam Indah dihatiku. tapi itulah yang harus aku korbankan, untuk mendapatkan sesuatu yang lebih. Aku yakin aku akan kembali lagi di Jogja, aku percaya itu.dan aku akan kembali dengan kemajuan yang lebih dari apa yang terbayangkan orang-orang. Aku akan merubah pola hidupku, dan Aku menyerahkan semuanya kepada Tuhan, Dialah pengatur segala apa yang ada dari padaku.