Rabu, 13 Juli 2011

Dua Bidadari Kecil

Dua anak kecil berlari riang mengitari rak-rak buku yang berjejer rapi di sebuah pusat buku terbesar di Indonesia di dalam pusat perbelanjaan terbesar di jawa Tengah, tampak kedua orang tuanya sibuk mencari-cari buku bacaan dan juga referensi untuk menunjang pekerjaan mereka, sang ayah terlihat dideretan buku2 mengenai komputer dan IT, sedangkan sang istri tidak beranjak dari susunan buku tentang manajemen dan akuntansi. 

Siang itu memang terasa berbeda, tiba2 aku mempunyai keinginan untuk membaca buku disana, mungkin karena kebosanan yang melandaku karena status Wisudawan *baca Pengangguran. yang notabene memiliki waktu yang tidak terbatas untuk melakukan hal2 yg menyenangkan, disamping faktor bisa baca buku gratis tanpa harus membelinya.

Jika berada di Gramedia ya demikian nama toko buku tersebut, aku dapat bertahan lebih dari 3 jam hanya untuk sekedar membaca berbagai macam buku dan majalah yang menarik, mulai dari yang berkaitan dengan Psikologi, Novel, Fiksi, majalah wanita dan majalah traveling macam National Geografi dll. Kehadiran 2 orang anak kecil dengan suara yang cukup terdengar keras dan mengandung makna keceriaan seolah memecah konsentrasiku membaca.

Cukup mudah bagiku untuk dapat mengenal nama mereka hanya dengan mengandalkan pendengaranku tanpa harus bertanya langsung ke orang tua maupun kedua bocah kecil ini, Meghan dan Chii, seperti itulah yang saya dengar ketika mereka saling memanggil satu sama lain. Dengan pakaian yang digunakan dan dengan memperhatikan wajah mereka, dapat saya simpulkan mereka adalah kakak adik yang berusia tidak lebih dari anak kelas 1 SD, kira2 sang kaka 6 tahun dan adiknya 5 tahun. dan mereka berdua berjenis kelamin Wanita.

Mereka lucu, bahkan sangat lucu untuk ukuran usia mereka. tanpa rasa takut mereka berlari kesana kemari tanpa memperhatikan kedua orang tua mereka yang memang terlihat sibuk dengan apa yang mereka cari. Seolah tidak mau kalah dengan orang tua mereka, kedua bocah putri mungil ini menelusuri setiap sudut rak buku di Gramedia tersebut mencari sesuatu yang menarik bagi mereka, jika telah menemukannya mereka langsung menanyakan ke ibu mereka apakah itu bisa dibeli atau tidak, dan sangat jelas Orang tua merekalah sang pengambil keputusan mutlak untuk bocah seusia mereka.

Namun, ada yang menarik dari apa yang panca indera saya tangkap dari kedua bocah yang usianya tidak lebih dari masa kuliah dan menetap saya di Jogja. Mereka berbicara bahasa INGGRIS dengan sangat fasih, ya sangat fasih, sekali lagi FASIH!! #afasiiih

Mulanya saya mengira mereka Bule, namun itu segera terpatahkan ketika melihat orang tua dan fisik anak ini. Bisa dibayangkan, didepan anak S1 yang Tofelnya ngak lebih dari 400 dan kemampuan bahasa inggris patah-patah mereka bercanda, menegur dan berbicara dengan orang tua dan antar mereka dengan Bahasa Inggris yang sempurna, tanpa sebuah kata berbahasa Indonesia pun yang saya dengar. Bayangin, anak 6 dan 5 tahun bisa ngelakuin itu. DAMN!!

Saat itu saya masih dapat tertawa melihat tingkah mereka dan lengkingan suara yang keluar dari pita suara mereka yang radiusnya dapat didengar hingga jarak 50 meter, namun semakin lama hati, batin dan pikiran mulai memberontak, seolah terdapat pelecehan takdir. Perasaan bahagia kemudian berganti menjadi dengki, marah iri dan temen2nya yang lain. 

AKU KECEWA dengan diriku saat itu juga. berbagai alasan mulai menyelimutiku untuk merangkai pembelaan. aku mulai menyalahkan takdir, mulai menyalahkan soal ekonomi, mulai menyalahkan diri sendiri yang dahulu sangat membenci pelajaran bahasa inggris karena pengajarnya yang ngak menyenangkan, mulai menyalahkan mata yang sudah cukup rabun, mulai menyalahkan keadaan, mulai menyalahkan lingkungan, semua aku salahkan saat itu juga. Tapi semua itu percuma 

Namun tidak ada kata terlambat untuk belajar, dimana ada usaha disitu pasti ada jalan. Bahasa Inggris sangat mutlak dikuasai saat ini baik secara tulisan maupun percakapan karena itu adalah syarat wajib hampir semua perusahaan dalam menarik karyawan untuk dipekerjakan dikantor mereka. bahkan tidak jarang penguasaan bahasa Inggris dianggap hal biasa, dan harus memiliki bahsa lain yang dikuasai selain itu. Dari situ saya tarik kesimpulan, saya belum dapat bisa berjuang di dunia kerja jika belum memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang baik. Mulai saat ini, perlahan namun pasti saya akan berusaha, sesulit dan serumit apapun itu. cuz Practice can makes Perfect.

Terima kasih yang dua bidadari kecilku, Meghan and Chii. Kalian telah menamparku dengan sesuatu yang kecil namun luar biasa.
Tidak akan aku lupakan kecerian kalian tadi siang.
peluk dan cium untuk kalian jika suatu saat aku dapat menemui kalian lagi.

Love You Meghan and Chii

Senin, 11 Juli 2011

SMART

yupp.. jelas banget khan judul diatas, lima huruf dalam bahasa Inggris yang berarti Pintar. Sebuah kata yang menjadi hal penting untukku dalam menentukan pilihan hati, karen buatku kecantikan fisik dari seorang wanita hanya sebagai bonus, namun kecerdasannya yang mempunyai nilai lebih.

Menurutku,
Smart adalah ketika seseorang tersebut mampu berbicara dengan bahasa inggris dengan sangat baik
Smart adalah ketika orang tersebut dapat menempatkan diri dalam situasi apapun
Smart adalah ketika orang tersebut dapat diandalakan dalam menghadapi suatu permasalahan
Smart adalah ketika orang tersebut dapat memainkan alat musik dengan sangat baik, apapun jenisnya
Smart adalah ketika orang tersebut dapat merangkai kata-kata yang keluar dari mulutnya tanpa menyinggung orang lain secara langsung.
Smart adalah ketika orang tersebut dapat menghidupi dirinya dari hasil keringatnya sendiri
Smart adalah ketika orang tersebut dapat membuat suatu editan foto maupun video dengan hasil yang luar biasa
Smart adalah ketika senyumnya mampu membuat orang lain tersenyum

Mungkin diantara kalian, definisi smart bisa saja berbeda dengan apa yang dituliskan diatas. Namun secara keseluruhan, seseorang yang smart adalah mereka yang dapat berpikir dan melakukan sesuatu yang tidak dapat saya lakukan dengan sangat baik.
Aku sangat mengagumi orang SMART dan mudah kagum dengan sebuah kecerdasan.

I Really Love SMART Girl =)
Love
and Love

Rabu, 06 Juli 2011

Malam Dingin Kota Jogja diantara Juni dan Juli

Yogyakarta sepertinya telah benar-benar membuatku jatuh cinta yang kalau diukur, dalamnya laut dan tingginya angkasa tidak dapat menjelaskan itu, dan ada salah satu fenomena di bulan Juni dan Juli yang membuatku kangen dan itu selalu terulanng setiap tahunnya. SIKLUS DINGIN di Malam hari

Sebenarnya letak jogja yang cukup dekat dengan gunung Merapi mungkin bisa menjadi salah satu alasan mengapa suhu jogja bisa dingin, namun untuk bulan-bulan tersebut yang biasanya bertepatan dengan kedatangan mahasiswa baru terasa amat berbeda, Dingin yang di timbulkan pada malam hari terasa benar-benar menusuk tulang. 

Awal kedatanganku ke jogja pada tahun 2006 pasca gempa pun di sambut dengan siklus ini, tubuh saya yang termaksud pria golongan berdarah panas, otak panas, dan perkataan panas, cukup sulit untuk menyesuaikan diri. hal itu dapat dimaklumi, dikota kelahiran saya Balikpapan letahnya persis di tepi pantai yang sudah barang tentu sangat panas dimalam hari terlebih disiang hari, so tidak mengherankan pula bila kulit saya hitam legam namun tetap manis, sekali lagi tetap manis, manis dan manis.

Ada yang lebih tragis lagi, mesti setiap siklus ini saya JOMBLO. jika ada yang mengatakan ngak ada hubungan pliss deh *gaya banci. Perlu diketahui, jika dingin salah satu cara untuk menyesuaikan diri atau kata gaulnya beradaptasi adalah dengan mengkonsumsi sesuatu yang dapat memberikan kehangatan, jika kalian mengatakan minuman keras, itu bisa mnejadi salah satunya, jika kalian menyebutkan selimut, itu salah duanya, jika kalian menyebutkan PACARAN, itu yang paling UTAMA. bukannya ingin menyeret kalian kedalam pemikiran kotor, namun dengan adanya pacar setidaknya banyak percikkan kehangatan yang bisa dihasilkan, mulai dari candaan, tawa maupun *tiiiiiiiittt #artikan sendiri.

Itulah yang sampai sekarang belum dapat saya rasakan, adanya kehangatan di tengah siklus dingin yang menusuk tulang di kota Jogja di bulan Juni dan Juli. mungkin suatu saat nanti akan dapat saya rasakan, namun tidak untuk saat ini. Namun dibalik itu semua, Malam yang dingin di bulan tersebut benar2 akan selalu terngiang diotak dan pikiran saya, lepas dari ketidak tahanan saya terhadap dingin. Malam-malam dingin seperti ini akan selalu NGANGENIN.